Apakah Bisnis PPOB Masih Relevan di Era Sekarang?

Loket PPOB
Image via khabardarikrui.blogspot.co.id

Bisnis PPOB atau Payment Point Online Banking, sekarang ini kian menjamur. Hal ini dibuktikan dengan semakin bermunculan layanan PPOB yang sejatinya sama, tetapi dikemas dengan cara berbeda. Misalnya saja bonus rekrut pengguna baru, atau yang menggunakan sistem multi level marketing. Semakin banyaknya layanan PPOB ini, lantas apakah bisnis PPOB masih relevan di era sekarang ini?

Selain adanya layanan PPOB yang mandiri, sekarang ini pihak perbankan pun juga sudah punya layanan serupa. Mengandalkan layanan internet banking yang dimiliki beberapa bank, sekarang kalau sudah ada fitur layanan pembayaran yang juga mengcover beberapa pembayaran yang ada di layanan PPOB pada umumnya.

Jelas ini semakin membuat orang akan lebih mudah melakukan pembayaran secara mandiri. Karena sekarang ini sudah banyak orang yang memiliki rekening bank dan mengaktifkan layanan internet bankingnya.

Nah kalau ditanya masih relevan atau tidak, sebenarnya tergantung dari lokasi dan kalangannya. Kalau menurut EtalaseBisnis, sekarang ini bisnis PPOB masih relevan asal menyasar kalangan menengah bawah dan masyarakat pedesaan.

Baca juga : Pilihan Peluang Usaha Bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)

Karena kalau menyasar masyarat perkotaan dan kalangan atas, biasanya sudah melakukan pembayaran secara mandiri. Mereka tidak lagi pergi ke outlet PPOB untuk membayar tagihan telepon, listrik, dll. Karena cukup pakai ponsel atau layanan perbankan yang dimilikinya, sudah bisa melakukan pembayaran sendiri.

Jadi kalau sasarannya masyarakat perkotaan dan menengah atas, kami kira peluangnya akan sempit, apalagi beberapa tahun yang akan datang.

Sebaliknya, jika ingin berbisnis PPOB tetapi menyasar masyarakat pedesaan, dan kalangan menengah bawah, kemungkinan besar sekarang ini peluangnya cukup bagus. Ya meskipun sekarang ini sudah banyak orang yang membuat outlet PPOB di pedesaan, tetapi melihat dari gaya hidup masyarakatnya masih ada peluang.

Karena biasanya masyarakat desa atau kalangan menengah bawah, belum mengerti dan terbiasa dengan pembayaran PPOB mandiri. Mereka belum mau menggunakan teknologi dan fasilitas yang ada untuk digunakan sebagai metode pembayaran yang mandiri. Sehingga masih banyak orang yang mengandalkan outlet-outlet PPOB untuk membayarkan tagihan dan lainnya.

Untuk sekarang ini, layanan PPOB di masyarakat biasanya hanya digunakan untuk :

  1. Pembayaran tagihan rekening listrik bulanan
  2. Untuk membeli token prabayar  PLN atau pulsa listrik
  3. Tempat pembayaran tagihan telepon dan internet speedy (Telkom)
  4. Tempat membeli voucher pulsa elektronik untuk semua operator
  5. Tempat pembayaran rekening PDAM
  6. Tempat pembayaran Leasing (Kredit)
  7. Tempat pembayaran iuran bulanan BPJS
  8. Pembelian tiket kereta/pesawat

Dari segi peluang memang masih cukup besar. Namun, jika ingin berbisnis PPOB, sebaiknya memang memiliki pelanggan yang banyak. Karena beberapa pembayaran tagihan di atas, sifatnya rutin tiap bulan dan komisi jasa tiap pembayarannya tidak begitu banyak. Sebut saja untuk pembayaran tagihan rekening listrik, biasanya komisi berkisar antara Rp 1.000 – Rp 3.000 per rekening. Ini artinya Anda perlu memiliki pelanggan yang banyak, agar keuntungan semakin besar.

Baca juga : Jangan Sepelekan Untung Recehan

Jadi pemilihan lokasi target market di sini sangat penting untuk bisnis PPOB.

Meskipun sekarang ini era digital dan sebenarnya apa-apa (pembayaran tagihan, dll) sudah bisa dilakukan sendiri melalui ponsel, tetapi masih banyak juga masyarakat yang belum paham dan mau menggunakan layanan ini. Untuk itu ini peluang bagi Anda untuk membuka layanan PPOB.

Baca juga:



Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *