Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bagaimana Cara Mendapatkan Pinjaman Modal untuk Memulai Usaha?

Modal Usaha

Ketika seseorang ditanya apakah ingin membuka usaha, ia akan menjawab ingin sekali. Tetapi ketika ditanya kenapa belum memulainya, maka ia akan menjawab terkendala modal usaha. Ya, modal usaha seakan sudah menjadi momok bagi banyak orang ketika ingin memulai usaha. Seakan modal usaha ini menjadi satu-satunya jalan kesuksesan dalam memulai usaha.

Tetapi faktanya tidak.

Meskipun begitu, kali ini EtalaseBisnis tidak akan membahas penting atau tidak pentingnya modal usaha (uang). Namun, kali ini kami akan sedikit memberikan informasi tentang cara mendapatkan pinjaman modal untuk memulai usaha. Dan semoga saja bagi yang benar-benar serius untuk berwirausaha nantinya bisa segera membuka usahanya setelah mendapatkan pinjaman modal usaha.

Untuk mendapatkan pinjaman modal usaha sekarang ini susah-susah gampang. Apalagi bagi yang belum punya usaha dan baru akan merintisnya. Tentu pihak pemberi pinjaman tidak mau serta merta menggelontorkan dananya untuk digunakan sebagai modal usaha para calon pengusaha. Karena risikonya jelas besar. Kalau usaha tidak berkembang dan macet, jelas pihak pemberi pinjaman juga dirugikan. Dari sisi peminjam pun juga akan pusing bagaimana mengembalikan dana pinjaman sedangkan usahanya tidak berjalan.

Semoga saja dengan beberapa tips berikut ini, nantinya Anda bisa mendapatkan modal usaha berapapun itu nilainya. Yang terpenting adalah bagaimana agar bisnis usaha Anda bisa berjalan dan berkembang. Sehingga bisa segera balik modal.

Baca juga :

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

Mempersiapkan dengan matang

Mencari pinjaman modal usaha tentu nilainya tidak sedikit. Karena ini digunakan untuk modal awal dan pastinya akan mengeluarkan banyak modal untuk membeli ini itu dan lainnya. Nah, yang pertama perlu Anda lakukan adalah mempersiapkan segalanya dengan matang.

Apa yang perlu dipersiapkan?

Tentu yang pertama adalah rencana bisnis. Karena Anda belum punya usaha yang sudah berjalan, maka untuk mengajukan pinjaman Anda harus memperlihatkan rencana bisnis Anda ke depannya. Di dalam rencana bisnis tersebut dituangkan model bisnis, bentuk bisnisnya seperti apa, peluang pasarnya bagaimana, siapa target marketnya, dan kapan estimasi bisa balik modal.

Rencana bisnis inilah yang akan Anda jual ke pembeli modal untuk bisa meyakinkan mereka agar memberikan pinjaman ke Anda.

Biasanya pihak pemberi modal akan melihat sisi keuangan, seperti estimasi profit bisnis Anda. Dari situ maka akan bisa terlihat berapa nominal modal yang sesuai untuk diberikan. Jadi sangat penting bagi Anda untuk membuat business plan yang matang. Karena kalau rencana bisnis saja masih belum matang, pihak pemberi modal juga akan ragu memberikan Anda modal usaha.

 

Memiliki tujuan yang jelas

Ingat, pinjaman modal yang ingin Anda dapatkan ini hanya untuk urusan permodalan usaha saja, bukan untuk kebutuhan lainnya apalagi urusan pribadi. Dan perlu dispesifikan terkait penggunaannya. Apakah digunakan untuk membeli alat produksi, atau untuk membeli bahan produksi, atau kebutuhan pemasaran dan lainnya.

Tujuannya harus jelas di awal.

Kalau sudah punya tujuan yang jelas, maka ketika nanti sudah mendapatkan pinjaman modal tidak perlu bingung lagi untuk dibelanjakan apa. Dan ini juga akan efektif dalam mengelola modal yang ada. Jangan sampai modal usaha terkikis oleh pembelanjaan yang tidak jelas. Pada akhirnya malah modal tidak bisa efektif dan tidak bisa digunakan untuk mengembangkan usaha.

Baca juga : Kiat-Kiat Mengelola Dana Modal Usaha

Tujuan penggunaan modal usaha ini nanti juga perlu disampaikan ke pemberi modal, agar mereka lebih yakin dalam memberikan pinjaman modal. Selain itu mereka juga bisa memantau penggunaan modal yang sudah dikeluarkan.

 

Menentukan jumlah pinjaman

Kalau mau minta pinjaman modal, tentu harus tahu berapa jumlah pinjaman yang ingin diajukan. Dalam menentukan jumlah pinjaman ini, tentu tidak bisa sembarangan. Jumlah pinjaman ini harus disesuaikan dengan kebutuhan. Maka dari itu tadi dibutuhkan tujuan yang jelas, akan digunakan untuk apa modalnya nanti. Sehingga ketika sudah punya tujuan, maka akan bisa memprediksi nominalnya.

Jangan sekadar menentukan jumlah pinjaman yang nominalnya besar, dan belum tahu kebutuhannya. Karena soal besaran pinjaman modal ini cukup sensitif. Kalau kurang, tentu hasilnya juga tidak bagus untuk perkembangan usaha. Kalau pinjaman berlebih, juga akan membuat berat ketika melunasinya nanti.

Di sinilah perlunya riset. Riset sangat diperlukan untuk menentukan besaran pinjaman yang diinginkan. Anda bisa melakukan riset sesuai dengan kebutuhan yang akan dicover dengan modal pinjaman nanti.

 

Mencari sumber dana yang tepat

Jangan sembarangan dalam mengajukan pinjaman modal. Sekarang ini banyak sekali instansi atau perusahaan permodalan yang justru mereka sendiri yang menawarkan modal ke Anda. Nah, di sini Anda perlu cermat. Jangan cuma melihat syaratnya yang mudah saja, tetapi lihat juga bagaimana kredibilitas perusahaannya.

Selain itu lihat juga bunga cicilannya berapa, apakah tenor fleksibel atau tidak.

Salah mencari sumber dana juga dapat mengakibatkan Anda sulit dalam melunasi pinjaman. Bahkan bisa saja Anda rugi besar karena salah memilih sumber pinjaman.

Jangan bergantung pada bank atau perusahaan sejenis, karena sumber pinjaman bisa didapatkan dengan banyak cara di era sekarang ini. Anda bisa mencoba untuk mencari investor P2P (peer-to-peer), biasanya ini bukanlah lembaga keuangan dan berupa individu atau kelompok. P2P ini biasanya lebih mudah syaratnya dan tentunya menawarkan bunga yang lebih rendah. Syukur-syukur mendapatkan investor yang murni memberikan modal tanpa bunga.

Baca juga :

***

Itulah beberapa cara yang perlu Anda lakukan jika ingin mencari pinjaman modal untuk memulai usaha. Apabila Anda sudah mendapatkan modal, pastikan untuk totalitas dalam mengelolanya. Tantangan usaha pasti ada, jangan sampai Anda lemah dan tidak bisa bangkit dalam mengelolanya. Sebesar apapun modal usaha yang Anda dapatkan nanti, Anda punya kewajiban untuk mengembalikannya.

Baca juga:

WhatsApp
Telegram


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *