Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Penyebab Bisnis Lewat Toko Online Bisa Bangkrut

Kalau Anda masih mengira kalau bisnis online itu bakal mendatangkan keuntungan yang besar dan cepat, itu salah. Karena baik bisnis online maupun offline itu sama-sama punya potensi untuk bangkrut. Dan faktanya memang sudah banyak bisnis lewat toko online yang bangkrut.

Penyebab utamanya adalah persaingan. Sekarang ini persaingan di bisnis online sangatlah tinggi. Lihat saja di Google, berapa jumlah toko online yang ada, belum lagi jumlah situs e-commerce dan banyaknya orang yang berjualan lewat marketplace.

Karena persaingan semakin tinggi, maka risiko bangkrut pun semakin besar.

Namun ada beberapa penyebab khusus mengapa bisnis online bisa bangkrut. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

Toko Online Bangkrut

Menjual Barang yang Punya Kompetisi Tinggi

Menjual barang yang memiliki niche luas akan semakin banyak persaingannya. Dan otomatis akan memiliki risiko bangkrut yang besar. Sebut saja jualan baju, sekarang ini penjual baju online sudah banyak sekali. Variannya pun sama-sama semua dan masing-masing saling ‘perang harga dan kualitas’.

Sehingga dibutuhkan effort untuk berjualan yang lebih tinggi lagi agar bisa memenangkan persaingan.

Baca juga: Tips Memulai Bisnis Fashion di Tengah Persaingan yang Tinggi

Kualitas Barang Jelek

Nah kompetisi sudah tinggi, tapi tidak diimbangi dengan kualitas produk yang bagus. Alhasil semakin kalah dipersaingan pasar. Biasanya yang seperti ini hanya akan bertahan pada pelanggannya yang itu-itu saja dan tidak bisa berkembang. Lambat laun akhirnya merugi.

Foto Produk dan Deskripsi Tidak Maksimal

Kesalahan fatal lainnya bisa diakibatkan karena kualitas foto produk dan deskripsi produk yang tidak maksimal. Banyak pemilik toko online yang tidak memberikan kualitas foto yang bagus.

Padahal yang namanya jualan lewat toko online foto produk adalah elemen penting agar pembeli suka. Karena transaksinya secara online, maka yang bisa dilakukan hanya melihat foto produk dan deskripsinya. Jika foto dan deskripsi saja tidak jelas, bagaimana orang akan tertarik untuk membeli?

Toko Online Sepi

Banyak juga yang tidak bisa memaksimal toko onlinenya. Merasa dengan memajang produk di toko online nantinya bakal banyak yang beli. Padahal toko online perlu dioptimalkan. Salah satunya dioptimalkan di mesin pencari. Sehingga akan banyak orang yang bisa menemukan toko online melalui mesin pencari seperti Google.

Alhasil kunjungan toko online pun semakin banyak dan ini akan berdampak pada peningkatkan transaksi.

Website Toko Online yang Tidak Profesional

Alasan lain juga bisa dipengaruhi karena faktor teknis website toko online yang dimiliki. Baik dari segi tampilan website, hingga performa dari sisi pengunjung tidak bagus. Misalnya saja website toko online yang lemot saat diakses, atau tampilannya yang kurang profesional.

Baca juga: Rekomendasi Cloud Hosting dan VPS untuk Bisnis Online Anda

Sehingga ini akan mengurangi kepercayaan calon pembeli.

Kurang Promosi

Lagi-lagi masih banyak penjual online yang merasa sudah membuat toko online dan berdiam diri berharap pembeli datang sendiri. Meskipun sekarang pengguna internet banyak, tetapi tetap saja toko online perlu dipromosikan.

Banyak cara promosi yang bisa digunakan. Bisa melalui iklan di Google AdWords, Facebook Ads, Instagram Ads, atau bahkan dengan membuka lapak di marketplace.

Nah sebaiknya kalau jualan lewat toko online jangan hanya fokus di toko online saja, melainkan juga platform jual beli lain.

Baca juga:

Itu beberapa hal yang bisa menyebabkan jualan lewat toko online bisa bangkrut. Intinya, mau itu jualan secara konvensional atau online harus tetap ada usaha untuk memaksimalkannya.



Baca Artikel dari Tags:

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.