Home » START UP » Tokopedia Berkomitmen Tidak Menyediakan Layanan COD
COD Tokopedia

Tokopedia Berkomitmen Tidak Menyediakan Layanan COD

Bagi yang pernah bertransaksi online melalui platform ataupun media apa saja pasti pernah mendapatkan informasi pembayaran secara COD atau Cost On Delivery. Singkatnya COD ini adalah metode pembayaran yang dilakukan setelah barang sampai (bayar di tempat).

Layanan COD ini memiliki beberapa keuntungan tapi juga kerugian baik di sisi penjual maupun pembeli. Diantaranya adalah pembeli bisa melihat barang yang akan dibelinya terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Tapi, di sisi penjual justru kadang dirugikan karena ternyata pembeli tidak jadi membeli dengan alasan bermacam-macam. Tentu hal itu sangat merugikan dari segi waktu dan uang.

Nah, salah satu platform marketplace besar di Indonesia, Tokopedia, saat ini memang tidak menyediakan layanan COD untuk segala bentuk transaksi yang ada. Dan ternyata layanan COD ini memang tidak bakal disediakan di Tokopedia.

Seperti yang disampaikan Leontinus Alpha Edison COO Tokopedia kemarin Minggu (25/10) di Borobudur Ballroom, Novotel Hotel Solo dalam acara Tokopedia Roadshow 2015 Solo, pihaknya memang berkomiten untuk tidak menyediakan layanan tersebut (Cost On Delivery).

Hal ini didasari karena faktor kerugian yang ada di layanan COD. Kerugian bukan saja dari sisi materi tetapi juga waktu dan lainnya. Selain itu kerugian tidak hanya melibatkan penjual dan pembeli saja, tetapi juga pihak logistik dan pihak-pihak lainnya termasuk Tokopedia.

Leon mengatakan bahwa layanan COD itu sebenarnya lebih ribet dibanding layanan pembayaran lainnya. Kelihatannya memang mudah, barang sampai lagi bayar. Tapi, di situ terdapatkan banyak sekali masalah yang muncul.

Untuk itu demi meminimalisir terjadinya masalah dan risiko yang justru akan mempersulit semua pihak, Tokopedia tidak bakal memberikan layanan COD pada platform marketplacenya.

Saya sendiri juga setuju akan hal itu. Mengingat Tokopedia adalah platform yang di dalamnya terdapat banyak penjual dan pembeli, serta jangkauan pasarnya adalah seluruh Indonesia. Rasanya jika memberikan layanan COD justru akan membuat munculnya masalah baru.

Layanan COD itu sebenarnya sangat baik untuk dilakukan, asal dilakukan hanya oleh dua pihak saja yaitu Penjual dan Pembeli secara Direct Selling tanpa terintegrasi oleh sebuah platform atau jaringan. Selain itu COD bisa dilakukan jika lokasi penjual dan pembeli di satu wilayah kota yang sama atau berdekatan.

Baca juga: Tips Meningkatkan Omzet Penjualan Online di Tokopedia

Jadi, untuk di Tokopedia memang tidak cocok untuk diberikan layanan COD karena justru akan menimbulkan masalah baru yang bisa merugikan berbagai pihak.

Apakah Anda pernah bertransaksi secara COD?

 

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 5 =