Home » INSPIRASI » Suka Duka Membangun Bisnis Dengan Teman
Suka Duka Membangun Bisnis Bersama Teman
Image via squarespace.com

Suka Duka Membangun Bisnis Dengan Teman

Kebuntuan ide ketika akan membangun bisnis terkadang mengharuskan kita untuk mencari teman. Teman yang bisa kita ajak untuk membangun bisnis dengan ide dan keinginan bersama. Sayangnya, karena gegabah dan hanya bertumpu pada keuntungan yang bakal didapatkan nanti, bisnis dengan teman ini justru menjadi boomerang tersendiri bagi perkembangan bisnis di kemudian hari.

Telah banyak kejadian yang menyebabkan bisnis akhirnya bangkrut hanya dikarenakan oleh ego dari masing-masing foundernya. Inilah yang perlu diperhatikan jika Anda ingin membangun bisnis dengan teman ataupun saudara. Lain halnya jika kita membangun bisnis sendiri, tentu kepemilikan dan hak otoritas pengembangan bisnis sepenuhnya ada di tangan kita.

(Baca Juga : Ini Lho Perbedaan Antara Berdagang Dengan Berbisnis)

Namun, jika memang Anda ingin membangun bisnis dengan teman, pastikan Anda mengetahui suka duka yang mungkin bisa terjadi. Sehingga sebelum memutuskan untuk berjalan bersama merintis sebuah bisnis, Anda dan teman bisa mempersiapkan semuanya.

Sisi Suka Ketika Membangun Bisnis Bersama Teman :

  • Mendapat Bantuan Dana Untuk Modal. Ya, salah satu alasan mengajak teman untuk membangun bisnis bersama adalah agar ingin mendapatkan tambahan dana untuk modal awal. Anda pun tak perlu lagi meminjam ke bank atau orang lain untuk bisa mendapatkan tambahan modal ini. Karena teman Anda juga akan memberikan modal, yang artinya dia juga akan mendapatkan hak kepemilikan bisnis tersebut.
  • Ada Partner Untuk Berbagi Masalah Dan Pengalaman. Dengan membangun bisnis bersama teman, maka Anda bisa saling sharing bisnis. Membahas masalah perkembangan bisnis dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan. Anda tidak akan melakukannya itu sendiri karena akan dibantu oleh teman Anda.
  • Pekerjaan Bisa Cepat Selesai. Dengan mengatur job desk masing-masing, maka bisnis dapat dikelola dengan cepat. Misalnya Anda mengurusi masalah produk, sedangkan teman Anda mengurusi masalah manajemen dan pemasarannya.
  • Jika Rugi Tidak Ditanggung Sendiri. Jika sewaktu-waktu bisnis Anda merugi, Anda tidak terbebani sendiri, ada teman Anda yang siap membantu untuk menanggung kerugian itu dan bersama-sama membangunnya kembali.

Sisi Duka Ketika Membangun Bisnis Bersama Teman :

  • Adanya Kecemburuan Job Desk. Karena komunikasi yang kurang baik, akhirnya muncul kecemburuan masalah job desk yang dilakukan. Anda maupun teman Anda merasa tidak adil dengan job desk yang diberikan. Hal ini lebih berpengaruh pada penghasilan yang diterimanya.
  • Tidak Bisa Menyatukan Pemikiran. Biasanya di awal membangun bisnis semua saling mendukung dan semangat, karena memiliki kesamaan tujuan. Namun, ketika bisnis sudah berkembang maka akan muncul ide berbeda dari masing-masing untuk mengembangkan bisnisnya.
  • Keuntungan Yang Didapat Dibagi Dua. Karena kepemilikan bisnis tidak hanya Anda yang memiliki, maka keuntungan yang didapatkan dari bisnis tersebut dibagi dua sesuai dengan bagian yang telah ditetapkan diawal. Sehingga jangan berharap Anda bisa memiliki seluruh keuntungan yang perusahaan Anda miliki.
  • Teman Mulai Bosan. Ya, karena teman Anda adalah orang yang Anda ajak, maka bisa jadi berpotensi ia akan mulai bosan dengan pekerjaan itu. Meski awalnya sangat bersemangat, tetapi ketika di tengah jalan mendapatkan fenomena-fenomena yang dianggapnya tidak adil membuatnya menjadi tidak sepenuhnya lagi dalam mengelola bisnis.

Nah, suka duka di atas tentu bisa diminimalir atau dihindari, asal ketika pada awal membangun bisnis Anda mempersiapkannya dengan tepat. Mungkin saja membuat sebuah perjanjian tertulis yang isinya kesepakatan bersama. Yang paling penting ketika membangun bisnis bersama teman adalah menjaga komunikasi dan ego masing-masing. Ketika komunikasi kurang, dan ego pun tidak bisa dihindari, maka kehancuran bisnis akan segera menghampiri.

Saran dari kami adalah, jika memang Anda ingin membangun bisnis, maka bangunlah sendiri. Anda boleh saja mencari teman untuk membantu, namun kapasitasnya bukan sebagai pemilik yang ikut mengelolanya. Mungkin ia dijadikan investor, atau lainnya. Semoga bermanfaat ya.

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 3 =