Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Bisnis Kuliner Sekarang Ini Tak Hanya Fokus Pada Rasa, Tapi?

Bisnis Kuliner

Kalau bicara soal bisnis kuliner sekarang ini, bisa dikatakan sudah mengalami transformasi. Karena kalau kita amati, keberadaan kuliner sekarang ini tidak hanya dipandang sebuah kebutuhan biologis bagi konsumen, tetapi juga psikologis.

Supaya bisnis kuliner bisa sukses, salah satu yang jadi kunci adalah rasa. Ya namanya saja kuliner pasti yang dijual adalah rasanya. Dengan memiliki rasa yang enak, unik, dan cocok dengan lidah konsumen, maka bisnis kuliner akan selalu diminati.

Tapi itu dulu, sekarang ini jika kamu ingin membuka bisnis kuliner tidak bisa hanya berpatokan pada rasa saja. Karena ada hal lain yang juga bisa menarik konsumen selain dari rasanya. Ini ada hubungannya dengan sisi psikologis tadi. Apakah itu?

Bisnis Kuliner

Sisi Fotografi.

Ya, bisnis kuliner sekarang tidak hanya mengandalkan rasa saja, tetapi bagaimana caranya agar makanan atau minuman yang kita juga ini selain bisa dinikmati lidah konsumen juga bisa dinikmati secara fotografi. Lihat saja sekarang ini banyak orang yang ke restoran, cafe, warung makan, dll selalu menyempatkan untuk memotret sajian kuliner kemudian mengunggahnya di media sosial.

Bahkan ini seakan sudah menjadi ritual wajib sebelum makan. Kalau belum memotretnya dan memajangnya di media sosial rasanya ada yang kurang. Ini sangat berhubungan dengan sisi emosial atau psikologis para konsumen.

PR Untuk Pebisnis Kuliner

Nah melihat fenomena ini, tentu para pemilik bisnis kuliner harus memiliki cara supaya makanan atau minumannya tidak hanya enak saat dimakan tetapi juga saat difoto. Jadi yang dimaksud di sini adalah konsep penyajian makanan dan minuman haruslah dipikirkan secara matang.

Penyajian tidak hanya sekadar rapi dan bersih saja, tetapi juga unik. Karena yang unik itulah yang disukai konsumen kemudian mereka memotretnya.

Food Photography

YouTube @We Eat Together

Tapi bukan saja masalah penyajian, konsep desain interior rumah makan/cafe/warung makan kamu pun juga perlu diperhatikan. Buatlah desain interior yang orang sekarang menyebutnya Instagramable.

Baca juga : Konsep Desain Cafe yang Banyak Diminati Pengunjung

Ada fenomena dan perubahan cara pandang konsumen sekarang ini terhadap kuliner, sebenarnya menjadi hal positif bagi para pemilik bisnis. Karena secara tidak langsung para konsumen ini bisa dijadikan ‘marketing’ bisnis kuliner kamu.

Asal dalam penyajian produk kuliner tadi juga didukung agar menyenangkan konsumen.

Sekarang ini banyak bisnis kuliner yang cepat naik bukan karena pemilik bisnis gencar melakukan promosi, tetapi justru kebanyakan dikarenakan adanya engagement dari para konsumen yang membuat produk bisnis kuliner kamu menjadi viral dan ramai diperbincangkan.

Tapi ya harus hati-hati dengan fenomena ini. Banyak yang mengatakan kalau sampai viral bisa jadi umur bisnis kulinernya nanti hanya saat tren saja. Untuk itu antara rasa dan tata perlu diselaraskan agar konsumen tidak hanya mendapatkan experience dari sisi fotografi tetapi yang terpenting adalah rasa.

Baca juga : Pentingnya Konsistensi Rasa pada Bisnis Kuliner

Semoga artikel singkat ini bisa menambah sedikit referensi tentang dunia bisnis kuliner. Kalau ada pandangan lain, bisa tulis di kolom komentar.

Baca juga:



Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *