Home » INSPIRASI » Anita Lusiya Dewi, Bisnis Souvenir Kaktus Nyaris Tanpa Modal

Anita Lusiya Dewi, Bisnis Souvenir Kaktus Nyaris Tanpa Modal

Anita Lusiya Dewi
Anita Lusiya Dewi / Foto (c) Dok. Anita

EtalaseBisnis.com – Masih banyak yang menyangka kalau untuk memulai bisnis itu perlu modal (uang) yang banyak. Sehingga kendala itu membuat seseorang mengurungkan niatnya untuk berwirausaha.

Tapi, tidak dengan Anita Lusiya Dewi, wanita asal Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini memulai usaha souvenir kaktus dan sekulennya nyaris tanpa modal. Ya, bisnis yang akan genap dua tahun pada tanggal 20 Mei nanti itu ternyata dulunya memang dibangun tanpa modal.

“Awalnya karena ada teman yang kebetulan minta tolong untuk dibuatin souvenir kaktus dan sekulen. Dari sana ada repeat order. Setelah dijalani ternyata sangat menjanjikan. Akhirnya ditekuni sampai sekarang”, papar Anita saat dihubungi EtalaseBisnis.com, Kamis (2/4/2015).

Dari order awal itulah, Anita mendapatkan uang muka sebesar 50% dari pemesannya dengan nilai Rp 2 Juta. Dan dari itulah ia putarkan untuk mengembangkan usahanya.

Cukup menarik ternyata model bisnis yang dijalankan oleh Anita ini. Dan ini membuktikan bahwa dengan kreatifitas yang dimiliki, itu sudah dapat menjadikan modal usaha.

Saat ini Anita terus mengembangkan bisnisnya ini dan salah satu produk yang sedang dikembangkannya adalah pot daur ulang yang terbuat dari sampah plastik. Menarik, ini inovasi yang sangat ramah lingkungan dan tentunya dapat meningkatkan nilai jual souvenir kaktus dan sekulen yang ia buat.

Tak hanya itu, wanita berusia 26 tahun ini juga sangat aktif menggunakan media online untuk memasarkan produknya. Dari mulai membuat website, media sosial hingga rencana untuk memasarkan secara global melalui etsy.

Cara cerdas lainnya, Anita juga kerap mengikuti lomba-lomba branding untuk mendapatkan tambahan modal.

Tak heran jika saat ini Anita sudah memiliki pegawai lepas kurang lebih 4-7 orang yang membantu produksi souvenir kaktus dan sekulennya. Omzet per bulan pun mencapai Rp 10-25 Juta.

Meski sudah memiliki omzet yang besar dan banyak order, Anita mengaku masih memiliki tantangan dalam menjalankan usaha ini. Baginya tantangan besar adalah inovasi. Mengingat saat ini sudah banyak bisnis serupa, sehingga persaingan pun semakin meningkat.

“Inovasi. Karena usaha ini bukan usaha baru, dalam arti sudah ada yang mengawali atau bahkan mengikuti. Persaingan pasti ada. Makanya, inovasi harus selalu dilakukan,” ungkap Anita.

Anita juga memiliki pesan bagi kaum muda yang ingin memulai berbisnis. Meski tidak memiliki modal cukup, jangan khawatir. Masih ada cara lain yang bisa digunakan sebagai modal, yaitu Disiplin, Jangan menyerah dan gabung dengan komunitas bisnis.

“Disiplin : Bekerja sendiri terkadang membuat kita terlena. Tetapkan target dan disiplin, agar bisnis kita tidak jalan di tempat. Jangan menyerah: Banyak sekali tantangan di dunia bisnis, bukan hanya persaingan bisnis, juga keteguhan hati kita. Ikut Organisasi para wirausaha (muda) : Terkadang, di lingkungan kita, wirausaha masih kalah prestige dengan pekerja kantoran, apalagi kalau kita seorang sarjana. Seolah kita dianggap tidak kompeten kerja di kantor ternama. Jangan malu! Kumpulah dengan para wirausaha (muda). Bukan hanya charge semangat yang kita dapat, tapi juga peluang menuju kesuksesan,” jelas wanita yang juga seorang blogger ini.



One Comment

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − 17 =