Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Usaha Franchise Kuliner Itu Punya Cara Sendiri di Setiap Kotanya

Usaha franchise atau waralaba itu masih banyak peminatnya. Bahkan ini menjadi solusi bagi yang ingin punya usaha tapi bingung mau bikin produk apa. Nah dengan membeli usaha franchise yang sudah berjalan, diharapkan akan cepat mendapatkan keuntungan.

Jenis usaha waralaba itu banyak sekali, tapi menurut Wikipediajenis waralaba di bagi dalam dua jenis, luar negeri dan dalam negeri. Salah satu usaha franchise atau waralaba yang banyak diminati itu adalah usaha franchise kuliner.

Tapi banyak yang menganggap kalau ingin punya usaha yang bisa cepat laku, cepat ramai, cepat sukses, auto kaya, maka pilih saja usaha franchise kuliner. Secara bisnis kuliner itu pasarnya luas dan dengan franchise maka akan lebih mudah diterima masyarakat karena produknya sendiri sudah ada.

Usaha Franchise Kuliner

Siapa bilang mudah dilakukan?

Karena belum tentu sebuah franchise kuliner yang di kota A dapat tanggapan bagus dari konsumen, lantas ketika kamu membeli usaha franchisenya di kota kamu terus akan sama ramainya. Semua itu ada faktor-faktornya.

Seperti…

Setiap Daerah Punya Caranya Masing-masing

Sebuah franchise makanan brand A misalnya, kalau di kota Jogja peminatnya banyak, belum tentu bisa diterapkan di kota Cilacap, misalnya. Hal ini juga dialami oleh Wira Nagara, seorang stand up comedy asal Purwokerto.

Di dalam video vlog YouTube Barry Williem, seorang stand up comedy juga yang berjudul “PURWOKERTO PERMOTORAN MANIA – #BLAR 138“, ada momen dimana Wira Nagara menceritakan sedikit kisahnya membangun usaha dari franchise tersebut.

Wira Nagara

Wira mengatakan kalau usaha franchisenya ini dibeli dari rekannya di Jogja yang mana di Jogja sendiri produk franchise ini sudah ramai. Akhirnya setelah Wira membeli franchisenya, ia benar-benar belajar membangun usaha ini. Karena apa yang ada di sana (Jogja) tidak bisa langsung diterapkan di Purwokerto.

Menurut Wira, setiap kota itu punya pasar dan caranya masing-masing dalam menanggapi hadirnya sebuah kuliner baru.

Bahkan Wira juga mengungkapkan kalau bisnis franchisenya ini baru bisa dikatakan ‘oke’ itu setelah berjalan di bulan ke empat dan ke lima.

Jadi ini sudah menjadi bukti bahwa sebuah bisnis franchise yang di kota sudah ramai, tidak serta merta ketika dibangun di kota lain akan langsung ramai. Semua itu tetap butuh proses.

Wira memberikan saran kalau dalam membangun bisnis kuliner (franchise) itu sangat penting untuk mempelajari daerah atau kota yang akan kita gunakan untuk lokasi bisnis. Melihat bagaimana daya beli masyarakat di daerah itu, selera masyarakatnya terhadap kuliner bagaimana, kemudian ketertarikan masyarakat dalam menanggapi kuliner baru, dan lain-lain.

Karena menurut Wira sekarang ini konsumen dalam menanggapi kuliner baru itu kadang bukan soal rasa, tetapi karena ramai (viral).

Baca juga : Bisnis Kuliner Sekarang Ini Tak Hanya Fokus Pada Rasa, Tapi?

Bagaimana Cara Bisa Bertahan

Nah faktor lainnya adalah bagaimana agar bisnis franchise kuliner itu bisa tetap bertahan. Apalagi jika awalnya dikarenakan faktor viral itu tadi. Sulit jika bisnis kuliner ramai karena tren. Karena jika tren tiba-tiba sudah berganti, bisa saja bisnis kuliner tersebut kembali meredup.

Inilah tantangannya bagaimana supaya bisa tetap bertahan di tengan tren yang terus bergerak dan bergonta-ganti.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya akan menemukan cara dan ritme bisnis yang cocok digunakan di kota atau daerah tersebut. Dan jangan kaget jika kadang cara yang disampaikan oleh franchise pusat itu tidak bisa diimplementasikan di kota kamu.

Ini juga yang dialami oleh Wira, dimana setelah mengaruhi berbagai tantangan ia menemukan flow nya, caranya, dan ternyata cara yang diajarkan oleh pusat itu memang berbeda atau tidak bisa diimplementasikan di kotanya. Karena per kota itu beda caranya.

Seperti itulah sedikit mengenai usaha franchise kuliner, yang mungkin juga berlaku untuk usaha franchise bidang-bidang lain. Intinya mempelajari kota dan pasar itu sangat penting sebelum kita memutuskan untuk membuka franchise di suatu kota. Jangan hanya berpatokan pada keberhasilan di kota A atau B.

Semoga bermanfaat, jangan lupa follow blog ini dan bagikan artikel ini.

Baca juga:

WhatsApp
Telegram


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *