Pentingnya Konsistensi Rasa di Bisnis Kuliner

Bisnis Kuliner Mie Ayam

Setiap bisnis kuliner yang berkembang dan ramai pembeli, pasti ada satu penyebabnya. Entah soal rasa, tempat yang nyaman, harga, atau pelayanannya. Tetapi yang sangat vital menurut kami adalah masalah rasa. Rasa ini menjadi kunci kesuksesan bisnis kuliner. Contoh sederhana saja adalah banyaknya warung-warung makan yang lokasinya jauh dari keramaian / jalan besar, tetapi warung ramai. Yang seperti ini biasanya disebabkan karena warung tersebut punya cita rasa yang mudah diterima atau khas.

Masalah rasa ini memang sensitif. Ini mengapa konsistensi rasa di bisnis kuliner itu sangat penting. Boleh saja sekarang ini bisnis kuliner ramai pembeli, tetapi jika dikemudian hari ada ketidak konsistensinan rasa, bisa-bisa ditinggal pembeli.

Kami ada pengalaman, di daerah kami ada warung mie ayam yang katanya Asli Wonogiri. Saat kemunculannya tidak menunggu beberapa hari sudah ramai saja. Kami pun mencoba untuk membelinya, dan ternyata rasanya memang enak. Meskipun ini mie ayam pada umumnya, tetapi rasanya cukup berbeda dengan mie ayam lain yang pernah kami makan.

Baca juga : Peluang Usaha Ayam Potong Masih Menjanjikan, Ini Alasannya

Mungkin dari rasa yang berbeda ini membuat warung mie ayam menjadi ramai. Apalagi dukungan branding Asli Wonogiri yang notabene punya citra rasa bakso dan mie ayam yang enak.

Beberapa minggu rasanya konsisten dan semakin ramai.

Karena sudah dianggap ramai, kemudian warung mie ayam tersebut mencari pembantu baru untuk mengurusi urusan memasaknya. Alhasil ganti koki. Bahkan hingga sekarang sudah ada beberapa pergantian koki.

Yang membuat kami mengerutkan wajah adalah turut berubahnya rasa. Rasa khas yang dulu ada di mie ayam ini semasa masih baru, kini sudah tidak ada lagi. Bahkan beberapa hari yang lalu, kami membeli mie ayam ini dengan rasa yang hambar. Dan saat ini rasanya pun sudah berbeda lagi.

Baca juga : Ingin Membuka Usaha Warung Bakso? Simak Dulu Strateginya

Kami tidak tahu mengapa rasanya bisa berbeda. Namun, berdasarkan pengamatan kami, intensitas keramaian warung itu sekarang menurun.

Yang ingin kami tekankan di sini adalah masalah menjaga konsistensi rasa pada sebuah bisnis kuliner. Inilah yang kami maksud pentingnya menjaga rasa agar tetap konsisten. Kalaupun ingin ganti koki, paling tidak harus dibuat SOP yang jelas dalam hal produksinya. Sehingga soal rasa tidak berubah meskipun yang mengolahnya beda orang.

Karena sekarang ini pembeli sangat pandai. Pembeli tidak mudah diiming-imingi branding saja, soal makanan rasa yang utama.

Baca juga : Mengapa Warung Makan Di Pinggir Jalan Tetap Sepi?

Nah, bagi Anda yang juga punya bisnis kuliner dan sangat menjual soal rasa, pastikan untuk membuat rasa yang konsisten. Kalau perlu dibuat lebih nikmat lagi, bukan malah menurun. Sehingga tidak ada kekecewaan dari pelanggan yang sudah berlangganan lama di warung Anda.

Bagikan artikel ini :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *