Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Perbedaan Revenue dan Income, Pebisnis Wajib Tahu!

EtalaseBisnis.com, Perbedaan Revenue dan Income – Sebagai pebisnis dan investor, umumnya Anda akan sering bertemu dengan istilah-istilah keuangan yang cukup membuat bingung. Seperti istilah Revenue dan Income yang sering kita dengar dan sering disama artikan. Nyatanya, kedua istilah tersebut memiliki perbedaan arti, begitu juga saat dicatatkan dalam akuntansi.

Hal ini tentu akan membingungkan bagi para investor dan pebisnis muda, yang umumnya tidak memiliki latar belakang pendidikan keuangan.

Kebanyakan orang sering menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian, meski dalam konteks yang salah. Sebagi investor dan pebisnis muda, sebaiknya kita mengerti dan memahami terlebih dulu mengenai perbedaan revenue dengan income, agar saat melihat catatan keuangan, Anda tidak perlu ragu lagi saat ditanya mengenai berapa pendapatan usaha Anda? Serta berapa revenue yang didapatkan?. Anda dapat menjawabnya dengan tepat dan sesuai kenyataan.

Pengertian Revenue dan Income

Untuk mengetahui perbedaan istilah revenue dan income, kita akan mulai dari mengetahui dan memahami pengertiannya masing-masing. Berikut ulasanya:

Revenue vs Income

Revenue

Istilah revenue, umumnya sering kita temukan di bagian paling atas dari laporan laba usaha. Revenue biasanya terdiri dari jumlah total uang tunai yang dihasilkan melalui penjualan produk dan jasa yang menjadi operasional utama bagi perusahaan terkait.

Hasil dari revenue ini ditampilkan  setelah dikurangi oleh retur atau diskon yang ada. Revenue ini merupakan keuntungan bersih yang dihasilkan dari hasil bisnis pada periode tertentu. Sebagai contoh, Anda memiliki usaha kuliner, maka revenue Anda ini akan didapat dari total penjualan makanan selama periode waktu tertentu. Jika Anda memberikan diskon dalam bisnis Anda, maka dapat mengurangi hitungan tadi, dengan total diskon yang diberikan (Konsimen).

Lalu bagaimana dengan sumber pendapatan dari investasi atau penjualan asset lainya dalam perusahaan, apakah termasuk revenue? Dana tersebut tidak bisa dikatakan sebagai revenue,hal ini disebabkan karena dana tersebut tidak berasal dari operasional perusahaan secara langsung. Adapun, dana yang muncul diluar operasional utama akan masuk ke bagian lain dalam catatan laporan laba rugi.

Income

Income atau biasa kita sebut dengan pendapatan atau keuntungan tentunya berbeda dengan revenue di dalam konteks keuangan. Income ini lebih mengacu kepada laba bersih. Laba bersih jumlahnya mewakili jumlah total uang tunai yang tersisa dari jumlah pendapatan asli, setelah terlebih dulu memperhitungkan biaya serta pendapatan tambahan yang ada. 

Biaya- biaya tersebut meliputi biaya operasional seperti gaji, pemeliharaan, biaya penjualan, bunga dibayarkan atas hutang. Kemudian biaya penyusutan dan amortisasi, biaya darurat dan biaya pajak. Adapun biaya tambahan biasanya muncul dari pendapatan yang mencakup bunga yang terakumulasi atas investasi atau dana dari penjualan asset yang berwujud atau tidak seperti obligasi dan peralatan.

Baca juga : Peluang Usaha Bisnis Rumah Kost Datangkan Passive Income

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh dari Income :

Sebuah rumah makan menghasilkan laba bersih Rp. 2.000.000 per hari. Untuk satu bulan maka laba bersih yang dihasilkan sebesar = Rp. 2.000.000 x 30 = Rp. 60.000.000 (revenue). Ada kewajiban yang harus dibayar berupa biaya sewa sebesar Rp. 5 juta per bulan, biaya bahan baku Rp. 10.000.000 per bulan, beserta biaya karyawan sebanyak 5 orang, masing-masing Rp. 2.000.000 per bulan.

Seluruh biaya ditotalkan Rp. 5.000.000 + Rp. 10.000.000 + Rp. 10.000.000 = Rp. 25.000.000. Selanjutnya revenue yang didapat dikurangkan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan tersebut, menjadi Rp. 60.000.000 – Rp. 25.000.000 = Rp. 35.000.000 ( Income). 

Dari contoh di atas, maka kita bisa mengetahui yang disebut revenue sebesar Rp. 60.000.000 sebagai labar bersih awal dan Sisa laba bersih setelah dikurangi beban biaya-biaya sebesar Rp. 35.000.000 sebagai income.

Dari kasus di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa yang disebut revenue adalah laba bersih awal yang didapatkan dari keuntungan dari operasional bisnis yang dilakukan. Sedangkan, income diartikan sebagai laba bersih yang didapatkan dari hasil keuntungan yang sudah didapat, kemudian dikurangi biaya – biaya yang harus dibayarkan selama operasional bisnis sedang berjalan. Adapun penambahan sumber altenatif lain juga di dapat ditambahkan dalam income tentunya.

Revenue atau Income yang Bisa Diinvestasikan?

Berbicara mengenai investasi, mungkin para pengusaha muda dan investor muda akan bertanya mana yang sebaiknya digunakan untuk investasi. 

Setelah memahami perbedaan dari revenue dan income, sebaiknya income dapat digunakan untuk berinvestasi. Alasanya, sebab income sudah merupakan pendapatan yang tidak akan dikurangi biaya dan kebutuhan lainya lagi. Investasi dapat menggandakan income Anda, maka income sebaiknya diinvestasikan.

Baca juga : 5 Kunci Mendapatkan Passive Income dari Blog

Penting untuk diketahui, setelah income kita gunakan untuk investasi, maka akan menghasilkan revenue baru. Seperti itu pola dari mendapatkan revenue dan income dengan tepat dan sebagaimana seharusnya.

Demikian mengenai perbedaan revenue dan income dalam konteks keuangan. Semoga, artikel ini dapat menambah wawasan bagi para investor dan pengusaha muda, dalam membedakan revenue dan income serta kebutuhan investasi. Semoga bermanfaat.



Baca Artikel dari Tags:

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.