Home » GLOSARIUM » Pengertian B2B, B2C, dan C2C, Pebisnis Wajib Tahu!

Pengertian B2B, B2C, dan C2C, Pebisnis Wajib Tahu!

Adi Firmansyah / 25/11/2020 / Dibaca : 4.616 views

Pengertian B2B dan B2C | Dalam dunia bisnis, sistem jual beli tidak hanya antara produsen dan konsumen saja. Tetapi lebih dari itu, transaksi bisa luas dan melibatkan antar produsen juga. Inilah yang akan kita bahas di artikel kali ini, yakni perbedaan B2B, B2C, dan C2C. Karena ini model penjualan yang harus diketahui oleh para pebisnis.

Sekarang ini pun banyak perusahaan yang terang-terangan mengatakan bahwa bisnisnya ini termasuk B2B atau B2C, dan sebenarnya maksud dari itu semua adalah sebagai berikut.

Pengertian B2B dan B2C

B2B (Business to Business)

B2B adalah model kerja sama bisnis yang transaksinya dari bisnis ke bisnis. Artinya pembeli barang atau jasa tersebut juga dari perusahaan bisnis ini, bukan konsumen perseorangan.

Biasanya perusahaan B2B memiliki sumber daya yang besar karena mereka akan mengakomodir kebutuhan perusahaan lain. Bisa dibilang pasarnya ya perusahaan juga.

Nantinya perusahaan (pembeli) akan menggunakan produk / jasanya untuk digunakan di kegiatan bisnisnya. Entah akan diolah menjadi barang yang siap pakai atau bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

Contoh perusahaan B2B ini salah satunya adalah Garuda Indonesia. Ya, perusahaan penerbangan ini juga memiliki model bisnis sistem B2B, karena mereka menjual tiket ke perusahaan agen. Nah nantinya perusahaan agen ini akan menjualnya ke personal.

Atau ada lagi perusahaan carton box. Perusahaan ini membuat kardus yang ditujukan untuk perusahaan yang membutuhkan kardus kemasan produknya.

Masih banyak lagi contoh perusahaan B2B.

Biasa produk yang dijual dalam keadaan setengah jadi atau merupakan part khusus, yang kemudian dari perusahaan pembeli akan diolah/dirakit/dikemas untuk produknya.

B2C (Business to Customer)

Sesuai dengan namanya, B2C adalah model bisnis yang penjualannya langsung ke konsumen. Produk yang dihasilkan tidak dijual ke perusahaan lain, tetapi langsung dipasarkan ke konsumen. Model bisnis seperti ini mungkin yang sering kita lihat.

Biasanya pembelian produk / jasa ini langsung dibayar secara cash atau menggunakan pembayaran non tunai.

Contoh dari B2C ini adalah Alfamart, Indomaret, dll.

C2C (Customer to Customer)

Model bisnis ini penjualan dilakukan juga oleh konsumen, jadi dari konsumen untuk konsumen lain (antar konsumen). Aktivitas bisnis meliputi jasa personal, jual beli barang bekas, iklan klasifikasi, dll. Contohnya saja OLX, ini merupakan platform bisnis C2C, di mana penjualnya dan pembelian sama-sama dari konsumen perorangan. Biasanya model bisnis C2C ini ada platform yang menjembataninya.

Seperti hal OLX tadi, OLX adalah sebuah platform yang mempertemukan Customer dengan Customer, kemudian di sana ada transaksi penjualan.

Baca juga : Konsistensi Rasa di Bisnis Kuliner

Mengapa ada Model Bisnis B2B, B2C, dan C2C?

Sebuah bisnis itu tercipta karena adanya peluang dan kesempatan untuk memproduksi barang/jasa yang kemudian ditawarkan ke pihak lain (konsumen). Nah, munculnya model bisnis seperti di atas tentu juga dipengaruhi oleh peluang yang ada. Selain itu juga melihat target pasar yang sesuai dengan produk yang dibuatnya.

Misalnya saja Anda akan membangun usaha benang jahit, maka target market Anda adalah para pebisnis konveksi, terciptalah model penjualan B2B.

Bagaimana sudah paham ya perbedaan B2B, B2C dan C2C, intinya sepert itu. Coba lihat disekitar Anda kira-kira aktivitas bisnis yang Anda lihat termasuk B2B, B2C atau C2C. Terima kasih semoga bermanfaat.

Baca Artikel dari Tags:

11 Comments

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.