Personal Branding Sebagai Strategi Marketing yang Menjual

  • Whatsapp

Personal branding yang kuat dapat menjadi interaksi dengan konsumen dari sisi yang lebih personal. Orang akan bisa menghargai kisahmu, usaha yang kamu ceritakan yang akhirnya dapat menunjang marketing untuk apapun yang kamu tawarkan. 

Maksimalkan Personal Branding Untuk Mendongkrak Merek 

Di era digital seperti sekarang, ada banyak perusahaan bermunculan. Kamu bisa memetakan personal branding agar lebih dikenal konsumen dari level personal maupun profesional. Cara ini memberikan sentuhan kedekatan yang bisa diapresiasi. Berikut adalah beberapa cara kamu bisa melakukan branding mengenai dirimu secara personal.

Personal Branding

1. Tampilkan Citra Diri Sesuai Merek 

Jangan salah, pencitraan dapat berpengaruh baik untuk usaha. Terutama kalau kamu bisa menggabungkan usaha dengan citra dirimu. Kalau menjual produk kesehatan tentu gaya hidupmu harus sejalan dengan citra yang ditampilkan. 

Sebaliknya, jika citra diri terbalik dengan usaha yang kamu jalani, maka akan sulit bagi pelanggan untuk dapat mempercayai apapun jasa atau produk yang kamu jual. Jadi, untuk mendukung pemasaran, selalu tampilkan personal yang sesuai dengan apa yang kamu percayai.

2. Bagikan Portofolio

Era digital mendobrak semua batasan, tidak ada lagi orang di belakang layar. Konsumen ingin mengenal sosok yang membangun sebuah merek yang mereka pakai. Oleh karena itu, kamu harus membangun portofolio sebagai personal branding yang mengesankan dan membagikannya secara luas. 

Bagikan foto-foto saat kamu bekerja atau melakukan sebuah kolaborasi. Pakai sosial media untuk berinteraksi dengan pangsa pasar dan membuat mereka lebih mengenal sosokmu dan apa saja yang sudah jadi pencapaianmu. 

3. Buat Website Pribadi

Memerlukan ruang yang lebih detail dan dipercaya untuk menunjukkan berbagai hasil karyamu? Buat website sendiri yang merupakan paduan antara caramu bekerja dan berbagai pencapaian yang pernah diraih. 

Kini ada banyak website dan berbagai platform yang menawarkan baik hosting atau domain yang dapat diandalkan. Kamu hanya perlu mempersiapkan karya terbaik untuk dapat dipertontonkan pada website tersebut. 

Baca juga : Strategi Mengoptimalkan Website Company Profile

4. Interaksi Media Sosial

Membangun personal branding bukan hanya memiliki website atau akun sosial media saja. Kamu perlu meningkatkan engagement dan interaksi pada semua media tersebut. Kalau tidak ada yang menangani maka branding belum bisa dikatakan sukses. 

Oleh karena itu, hal yang penting dalam mendukung pemasaran adalah membuat citra diri yang sesuai dan dapat dipahami orang. Isi pada sosial media dan websitemu harus dapat membuat orang penasaran dan bahkan jadi pengikut setia. Yang berpengaruh adalah nilai interaksi pada semua platform tersebut. 

5. Buat Strategi Konten

Kalau kamu sudah memiliki semua media untuk menjadi wadah bagi pencitraan diri, hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah konten yang diunggah pada berbagai platform tersebut. 

Kamu perlu memberikan berbagai konten yang relevan dengan usaha yang kamu geluti. Jadi ada kesinambungan antara konten website, sosial media dan pribadi orangnya sendiri. Kamu bisa berbagi tips, melakukan giveaway, meet and greet dan masih banyak lagi. 

Baca juga : Konten Marketing Untuk Bisnis Online Anda Sudahkah Maksimal?

6. Bangun Networking

Jaringan adalah hal yang tidak dapat diabaikan untuk bisnis apapun yang kamu jalani. Kamu tidak bisa tumbuh dan berkembang sendirian, perlu ada orang-orang terpercaya yang dapat mengantarkanmu pada posisi yang lebih tinggi. 

Networking memungkinkan kamu bertemu klien, pegawai, supplier, investor, sponsor dan masih banyak lagi. Semakin banyak orang kamu ajak bicara dan buat terkesan. Maka semakin bagus pula citra personal branding mu pada kalangan tertentu. 

7. Kolaborasi

Kamu bisa bekerjasama dengan pihak lain yang sejalan dengan merek yang sedang kamu bangun. Kerjasama bisa dalam bentuk kolaborasi karya, atau sekedar menjadi teman yang enak diajak bicara. 

Kamu dapat bertemu orang-orang dengan pandangan dan pikiran yang serupa. Kamu bisa mengambil follower dari teman yang kamu ajak untuk berkolaborasi. Kamu juga menunjukkan kalau menerima orang lain adalah hal mudah yang memberikan gambaran yang lebih manusiawi pada sosoknya. Demikianlah beberapa cara yang kamu bisa lakukan untuk menerapkan personal branding pada usaha dan sosok yang menjalaninya. Keterbukaan tersebutlah yang bisa menggerakan orang untuk membeli produk, memakai jasa atau sekedar menjadi penggemar berat yang bisa mencontoh dan meniru apa yang kamu lakukan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *