Pilih Jadi Reseller atau Dropshiper?

  • Whatsapp

Menjual kembali produk orang lain adalah cara mudah untuk memulai berjualan tanpa pusing-pusing memikirkan membuat produk sendiri. Kamu bisa memulai jadi reseller atau dropshiper. Karena banyak orang merasa kalau mau jualan ya harus punya produk sendiri (maksudnya membuat produk sendiri).

Iya, itu bagus, kalau bisa membuat produk sendiri. Tapi kalau memang nggak tau mau bikin produk apa, ya sebaiknya jadi reseller atau dropshiper saja. Toh keduanya juga sama-sama akan mendapatkan penghasilan dari selisih dari grosir dan harga jual.

Reseller dan dropshiper ini intinya sama, yaitu menjual kembali produk yang kita beli. Tapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup jauh dari sisi teknisnya. Nah, kira-kira pilih jadi Reseller atau Dropshiper?

Berikut ini kelebihan dan kekurangan antara Reseller dan Dropshiper

Jadi Reseller atau Dropshiper
Foto oleh Streetwindy dari Pexels

Kelebihan Jadi Dropshiper

Sekarang ini dropshiper sangat banyak, bahkan di online marketplace, ya karena jadi Dropshiper ini banyak untungnya, seperti :

  1. Tidak butuh modal banyak. Ya, kalau kamu mau jadi dropshiper, tidak butuh modal banyak. Karena kamu tidak perlu memiliki stok produk. Produk tetap berada di produsen/supplier atau pihak yang kamu ajak kerjasama. Nanti kalau ada order kamu tinggal konfirmasi ke mereka, kemudian mereka yang akan memproses orderan dari pelanggan mu.
  2. Bisa dilakukan dimana saja. Karena kamu tidak perlu mengurusi barang yang dijual, jadi kamu hanya fokus pada promosi saja. Dan ini bisa dilakukan dimana saja.
  3. Tidak perlu memikirkan stok produk. Untuk urusan stok produk sudah diurusi oleh pemilik produk/distributor.
  4. Bisa jadi usaha sampingan. Kalau kamu kerja kantoran, kamu bisa tetap menjalankan usaha ini. Yang penting kamu harus tetap menjaga komunikasi dengan pelangganmu dan supplier.

Kekurangan Jadi Dropshiper

Dengan melihat kekurangan ini, mungkin kamu akan mikir-mikir lagi kalau mau jadi dropshiper.

  1. Keuntungan Kecil. Biasanya harga yang diberikan dari distributor/pemilik produk ke kamu hanya selisih sedikit. Ya wajar, karena kamu kan nggak ngurusi packing produknya dll. Jadinya kamu hanya bisa menjual produk tersebut dengan selisih harga yang tidak terlalu besar. Sehingga berdampak ke keuntungan yang akan kamu dapatkan. Tapi jangan risau, kalau mau kreatif, kamu bisa menjual banyak produk meski untung tiap produk kecil. Kamu bisa mengkalikan saja dengan produk yang terjual.
  2. Ribet. Ya, dropshiper itu kadang bikin ribet kalau transaksinya via Whatsapp. Kamu harus konfirmasi dulu ke distributor/supplier apakah produk yang dipesan konsumen mu ada atau tidak, kemudian baru konfirmasi balik ke konsumen. Sehingga ini kadang memakan waktu. Belum lagi kalau ternyata konsumen sudah pesan dan transfer tapi barangnya sudah sold out.
  3. Kurang memuaskan. Mungkin bagi sebagian orang menjadi dropshiper kurang memuaskan. Karena tidak bisa menyetok produk sendiri dan tidak bisa memproses (packing dan kirim) pesanan dari konsumen sendiri.

Baca juga : Pengertian Distributor, Suplier, Agen, Reseller dan Dropshipper


Kelebihan Jadi Reseller

Nah kalau kamu tidak suka jadi dropshiper, mungkin jadi reseller saja. Berikut ini beberapa kelebihan yang bisa kamu dapatkan.

  1. Keuntungan Besar. Biasanya dengan jadi reseller suatu produk, kamu akan mendapatkan harga grosir yang murah, beda dengan dropship. Jadi keuntungan dari harga jualnya nanti juga semakin tinggi.
  2. Memiliki Stok Produk Sendiri. Dengan memiliki stok produk sendiri maka kamu akan mudah dalam memasarkannya. Kamu tidak perlu bergantung stok produk dari supplier. Sehingga bebas untuk mengelola stok.
  3. Meningkatkan Kepercayaan Pembeli. Karena produknya kamu miliki, maka pembeli juga akan semakin percaya.

Baca juga : Kiat Sukses Menjadi Reseller Online

Kekurangan Jadi Reseller

Tetap ada kekurangannya, berikut diantaranya :

  1. Modal besar. Ya, kamu harus keluar modal yang cukup besar untuk kulakan stok produk. Apalagi kalau mau resell produk beberapa supplier memiliki syarat minimal belanja untuk reseller.
  2. Risiko Rugi. Karena kamu sudah memiliki produk, maka risiko produk tidak terjual cukup tinggi. Jadi bisa saja kamu merugi.
  3. Produk Harus Ready. Kamu tidak boleh kehabisan produk, jadi harus mengelola produk dan menjamin stock produk ready terus.
  4. Ribet. Karena kamu harus melakukan packing sendiri dan mengirim ke kurir.

Jadi gimana? Mau pilih jadi reseller atau dropshiper? Kalau saran kami sih jadi reseller saja, karena ini lebih menguntungkan. Ya meskipun risiko rugi tinggi, tapi kan bisa diusahakan bagaimana agar bisa laku. Tentunya dimulai dari memilih produk apa yang ingin dijual.

Misalnya saja reseller minuman khas Jogja Wedang Uwuh. Nah Wedang Uwuh ini bisa tahan sangat lama dan peminatnya banyak. Jadi kamu bisa mencoba untuk menjadi reseller Wedang Uwuh ini.

Baca juga : Peluang Usaha Jual Wedang Uwuh Khas Jogja Modal Kecil Untung Besar

Silakan lihat peluang yang ada, apalagi di tengah pandemi sekarang ini. Kita harus lebih kreatif dalam memilih usaha yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *