Perbedaan Teknik Penjualan Up Selling, Cross Selling, & Cross Promotion

Sebagai penjual, Anda harus tahu strategi dan teknik penjualan yang bisa mendatangkan lebih banyak keuntungan. Karena untuk menjadi penjual yang sukses, Anda tidak hanya sekadar menawarkan barang yang Anda jual dengan cara biasa saja.

Perlu ada teknik khusus yang perlu dipelajari dan dilakukan agar bisa meningkatkan jumlah rata-rata pembelian.

Dari sekian banyak teknik dan strategi penjualan, ada 3 teknik yang bisa langsung Anda praktekan. Di antaranya adalah Up Selling, Cross Selling, dan Cross Promotion.

Strategi Penjualan

Mari kita pelajari satu-satu agar Anda paham perbedaannya.

Pengertian Up-Selling

Up Selling adalah teknik penjualan dengan cara menawarkan produk ke konsumen yang nilai produknya lebih mahal dari produk yang sedang ingin dibeli konsumen.

Akan tetapi produk tersebut memiliki manfaat dan kelebihan lebih, mudahnya sesuai dengan harganya.

Contoh :

Ada konsumen A ingin membeli ponsel Ulala dengan spesifikasi RAM 3GB. Itu keinginan konsumen, kemudian Anda bisa tawarkan ponsel lain yang harga dan spesifikasinya lebih tinggi, misalnya ponsel Olala dengan spesifikasi RAM 4GB, dll.

Otomatis nanti konsumen akan tanya harga, dan ketika Anda menginformasikan harga yang lebih tinggi, Anda juga perlu menjelaskan kelebihannya termasuk keuntungan apa yang akan konsumen dapatkan jika membeli yang RAM 4GB tersebut.

Teknik ini sangat mudah dilakukan, yang terpenting adalah penjual harus memahami betul kelebihan dan kekurangan masing-masing produk.

Jadi intinya menawarkan barang yang memiliki nilai jual lebih tinggi tetapi juga memberikan tambahan manfaat atau kelebihan untuk konsumen.

Paham ya? Kalau belum paham bisa tanyakan di kolom komentar.

Baca juga : Bagaimana Menciptakan Strategi Pemasaran Word of Mouth?

Pengertian Cross Selling

Cross Selling adalah teknik penjualan dengan cara menawarkan produk lain yang sifatnya bisa menjadi pelengkap atau bisa juga yang jadi kebutuhan konsumen.

Untuk Cross Selling ini tidak mempedulikan harga, tetapi umumnya barang yang ditawarkan memiliki harga setara atau lebih rendah. Tujuannya agar konsumen bisa tertarik.

Contoh :

Ada konsumen A datang ke toko pakaian dalam milik Anda. Konsumen tersebut datang untuk membeli BH saja. Nah Anda bisa menawarkan produk celana dalam, atau produk lain yang memang menjadi kebutuhan konsumen.

Tentu dalam menawarkan Anda bisa memberikan informasi kelebihan dan lainnya seperti sedang ada diskon supaya konsumen tertarik.

Contoh lain yang mudah ditemui itu ketika kita lagi ke minimarket modern, pasti ketika akan membayar, kasirnya menawarkan produk diskon atau minimal menawarkan pulsa. Nah itu salah satu contoh dari teknik Cross selling.

Atau ketika ada konsumen beli ponsel, penjual bisa menawarkan produk casing untuk ponsel.

Jadi dalam menawarkan barang lain itu tidak harus yang sejenis, bisa barang jenis lain tapi yang mungkin konsumen butuhkan.

Paham kan ya? Jadi ini bedanya Up Selling dengan Cross Selling

Perbedaan Up Selling dan Cross Selling

Baca juga : Tips Meningkatkan Penjualan dengan Diskon

Pengertian Cross Promotion

Cross Promotion adalah teknik penjualan dengan menawarkan produk ke konsumen dimana produk tersebut adalah milik produsen/perusahaan lain.

Jadi ini termasuk teknik penjualan berupa kolaborasi dengan pihak lain. Akan tetapi produk yang ditawarkan itu tidak yang sejenis atau bukan yang jadi kompetitor kita. Ini sifatnya adalah produk pelengkap.

Dan nanti harapannya produk Anda juga akan ditawarkan ke pihak yang Anda ajak kerja sama.

Contoh :

Anda seorang penyedia jasa desain interior rumah, berkolaborasi dengan perusahaan/produsen cat. Nanti ketika Anda mendapatkan order, maka Anda bisa mempromosikan produk cat dari relasi Anda tersebut.

Biasanya cara seperti ini juga akan menekan biaya produksi, karena telah bekerja sama jadinya harga produk yang diambil dari relasi bisa lebih murah. Dan imbal baliknya nanti jasa atau barang Anda juga akan ditawarkan oleh relasi Anda tersebut.

Jadi ini melibatkan dua pebisnis/penjual tapi bukan yang jadi kompetitor.

Baca juga : Pengertian Penjualan Konsinyasi


Itulah sedikit informasi mengenai strategi penjualan Up Selling, Cross Selling, dan Cross Promotion.

Kami rasa ini sangat mudah dipraktekan. Kuncinya hanya bagaimana Anda bisa menawarkan dengan cara yang halus bukan memaksa. Jadi nantinya konsumen yang awalnya mau beli barang A, jadi beli barang B, C dan lainnya.

Akhirnya rata-rata pembelian pun akan meningkat. Selamat mencoba!



Baca Artikel dari Tags:

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.