Home » TIPS » Bagaimana Menciptakan Strategi Pemasaran Word of Mouth?
Word of Mouth
Image via http://restaurantengine.com

Bagaimana Menciptakan Strategi Pemasaran Word of Mouth?

Salah satu strategi pemasaran yang tidak membutuhkan biaya besar namun memiliki dampak yang yang positif untuk perkembangan bisnis kita adalah Word of Mouth (WOM). Pemasaran seperti ini sudah sangat terbukti ampuh untuk bisa mengenal produk bisnis kita, bahkan melipat gandakan transaksi penjualan.

Yang menjadi kunci utama dalam pemasaran Word of Mouth ini bukanlah dari pihak pengelola bisnis, namun WOM terjadi dari lingkungan konsumen. Ya, Word of Mouth ini tercipta dari konsumen yang telah menggunakan atau membeli produk/jasa kita.

Contohnya adalah Startup Go-Jek. Mengapa saya memilih Go-Jek? Karena startup bidang transportasi ini bisa dikatakan berhasil karena dampak dari Word of Mouth yang diciptakan oleh pelanggannya. Selain itu, Go-Jek juga merupakan bisnis baru yang saat ini sudah berkembang pesat.

Baiklah saya tidak akan membahas Go-Jek lebih jauh, namun dari Go-Jek inilah kita bisa melihat dampak dari pemasaran WOM ini sangat efektif untuk perkembangan sebuah bisnis.

Jika dulu WOM biasanya lebih kepada interaksi antar orang secara bertatap muka, kini dengan adanya berbagai aplikasi internet seperti Social Media, Instant Messaging, Forum, Blog, dll semakin memudahkan orang untuk memberikan kesan dan pengalamannya setelah menggunakan sebuah produk/jasa.

Nah, itu dia “Kesan & Pengalaman” yang sebenarnya harus dituju agar bisa menciptakan pemasaran Word of Mouth di lingkungan konsumennya. Untuk menciptakan strategi pemasaran Word of Mouth begini caranya :

1. Buat Model Bisnis Yang Berbeda

Jadilah beda jika ingin berjaya. Yang dilakukan Go-Jek pada mulanya hanya sebagai penyedia jasa ojek seperti ojek-ojek umumnya yang mengantarkan seseorang dari satu tempat ke tempat yang ditujunya. Namun, Go-Jek memberikan model bisnis yang berbeda dan itu dilakukan melalui proses ordernya. Go-Jek menggunakan mobile application untuk proses order dan tracking driver Go-Jek. Pelanggan ojek tidak lagi jalan menuju pangkalan tapi cukup menghubungi via aplikasi dan menunggu sang driver datang. Dari sini saja sudah jelas beda, karena disaat pengguna gadget meningkat, Go-Jek hadir dengan layanan mobile yang saat ini semua orang memiliki perangkatnya.

Baca juga : Hal Yang Bisa Kita Pelajari Dari Tarif Promo Go-Jek

Jelas, dengan hadirnya teknologi dalam layanan ojek ini akan membuat pelanggannya merasakan sesuatu yang beda. Sehingga membuat pelanggan tersebut menceritakannya kepada semua orang bahwa jasa ojek yang satu ini keren.

2. Ciptakan Kepuasan Pelanggan

Ada dua kemungkinan pelanggan membicarakan bisnis Anda. Yang pertama karena puas dengan produk/jasanya, dan yang kedua adalah tidak puas dengan pelayanan bisnis Anda. Tentunya kita ingin memberikan kepuasan terhadap pelanggan, karena itu yang akan menarik pelanggan-pelanggan lain. Untuk menciptakan kepuasan pelanggan bisa dilakukan dengan memberikan service yang maksimal dan dibutuhkan oleh pelanggan. Go-Jek memberikan kepuasan pelanggan dalam beberapa bentuk, tarif sudah tertera (tidak perlu nego), pelanggan diberikan perlengkapan safety riding, driver tidak ugal-ugalan, dan belum lama ini Go-Jek memberikan penutup rambut untuk para pelanggannya. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kesehatan rambut akibat helm yang digunakan oleh beberapa pelanggan.

3. Berikan Kesempatan Pelanggan Untuk Mencoba Lebih Dulu

Sekarang ini banyak kita temui sebuah perusahaan yang mengundang masyarakat umum untuk merasakan kualitas dari produk tersebut. Misalnya saja produk ponsel, disela-sela peluncuran perusahaan mengundang masyarakat yang memang antusiuas dalam bidang tersebut untuk menjajal ketangguhan ponsel tersebut. Hasil adalah, mereka (masyarakat) akan membicarakannya baik secara offline maupun online melalui media sosial. Sehingga dengan adanya kesempatan ini akan timbul opini-opini dari masyarakat yang secara tidak langsung merekomendasikan kepada orang lain.

Jadi untuk menciptakan pemasaran Word of Mouth sebaiknya fokus pada kepuasan pelanggan. Beri pelanggan sesuatu dan pengalaman yang berbeda, sehingga baik itu pelanggan ataupun yang belum membeli produk/jasa tersebut bisa membagikan pengalamannya kepada orang lain.

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 4 =