Home » START UP » GO-JEK Resmi Hadir di Yogyakarta & 4 Kota Ini
GO-JEK di JOGJA

GO-JEK Resmi Hadir di Yogyakarta & 4 Kota Ini

Satu minggu yang lalu Go-Jek melalui akun Twitternya (@gojekindonesia) mempublish sebuah foto teaser yang mengindikasikan bahwa Go-Jek akan membuka cabang di Yogyakarta.

Selain di Jogja juga ada foto teaser lain yakni Semarang.

Baca juga: Go-Jek Akan Ekspansi Ke Kota Yogyakarta?

Dan, semua tanda-tanda itu ternyata memang benar adanya.

Hari ini, Senin (16/11), Go-Jek secara resmi mengumumkan melalui akun media sosialnya terkait kehadirannya di 5 Kota di Indonesia.

5 Kota yang ini meliputi Yogyakarta, Semarang, Medan, Palembang, dan Balikpapan.

GO-JEK di Jogja

Tentunya kehadiran GO-JEK di lima kota ini menambah cabang baru Go-Jek di kota-kota sebelumnya. Sehingga sekarang ini total ada 14 kota yang sudah disambangi Go-Jek, yakni Jabodetabek, Bandung, Bali, Surabaya, Makassar, Yogyakarta, Semarang, Medan, Palembang, dan Balikpapan.

Kehadirannya di 5 kota ini tidak hanya layanan Go-Jek saja, tetapi juga layanan lain seperti GO-RIDE, GO-SEND, GO-FOOD dan GO-MART.

Sebagai bentuk layanan kepada konsumen pertama kalinya, saat ini GO-JEK memberikan tarif promo Rp 10.000 di kelima kota tersebut. Promo ini tidak hanya untuk layanan GO-JEK saja tetapi juga layanan lainnya.

Untuk bisa menggunakan layanan ini ada beberapa syarat diantaranya : Jarak maksimal adalah 25 km, dan harga Rp 10.000 tidak termasuk biaya pembelian makanan atau barang.

Ternyata kehadiran GO-JEK di 5 kota ini disambut baik oleh beberapa masyarakat di sekitar kota tersebut.

Salah satu netizen banyak yang mengomentari status terkait informasi operasi baru GO-JEK ini.

Gimana cara mendaftar driver gojek di Jogja?“, tanya salah satu netizen, R Verry Kurniawan.

Tapi dari pihak GO-JEK memberikan konfirmasi bahwa untuk saat ini proses recruitment driver GO-JEK baru diprioritaskan dari ojek pangkalan saja.

Mungkin ini juga menjadi strategi GO-JEK untuk mencegah adanya konflik kesenjangan sosial dan persaingan antar driver ojek pangkalan seperti yang sudah terjadi di kota-kota lain seperti Jakarta.

Sehingga dengan kerjasama yang memprioritaskan ojek pangkalan ini akan meminimalisir terjadinya konflik dengan ojek pangkalan setempat yang sudah lama beroperasi.

Tentu ini kerjasama yang kooperatif sehingga para ojek pangkalan tidak merasa tersaingi tapi justru mendapatkan peluang yang lebih besar lagi dalam mendapatkan penumpang dan dari segi finansial.

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 − eleven =