Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Pengertian Kewirausahaan, Jenis dan Contohnya

Sering kita mendengar ada banyak undangan seminar kewirausahaan yang diselenggarakan secara gratis, bagi para pemula di bidang bisnis serta untuk menambah wawasan di dunia bisnis itu sendiri. Apa sih kewirausahaan itu?

Nah di kanal Glosarium kali ini, EtalaseBisnis akan membahas tentang istilah dari Kewirausahaan itu sendiri dan memberikan beberapa jenis serta contohnya. Selamat memahami.

Pengertian Kewirausahaan

Kewirausahaan

Sering kita mendengar istilah kewirausahaan dan mengidentikanya dengan berbisnis secara mandiri. Kewirausahaan sendiri terdiri dari dua suku kata, yaitu Wira dan Usaha. Wira  memiliki arti sebagai pejuang, pahlawan, berbudi luhur, manusia unggul, berwatak agung dan gagah berani. Sedangkan Usaha memiliki arti perbuatan amal, berbuat sesuatu dan bekerja. Secara etimologi, Wirausaha memiliki pengertian pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu.

Kita juga perlu mengetahui arti kewirausahaan, dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia. Adapun arti menurut KBBI, wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat dalam mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru hingga mengatur permodalan dan pemasaranya.

Dari beberapa pengertian di atas, bisa kita simpulkan bahwa kewirausahaan merupakan suatu sikap dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha, menciptakan dan menerapkan cara kerja dari teknologi dan produk baru dengan cara meningkatkan efisiensi agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik serta memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Jadi, Wirausaha merupakan orang yang melakukan suatu kegiatan usaha dengan segala kemampuanya. Sedangkan Kewirausahaan lebih menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki dari seorang wirausaha itu sendiri.

Jenis- Jenis Kewirausahaan

Seperti kita ketahui, bahwa Wirausaha dan Kewirausahaan memiliki pengertian yang berbeda. Jika kita berbicara mengenai jenis-jenis kewirausahaan, maka kita akan lebih menekankan pada sikap si pelaku usaha itu sendiri. Dilansir dari Ciputrauceo.net, Kewirausahaan terdiri dari beberapa jenis berikut:

#Necessity Entrepreneur

Necessity entrepreneur memiliki pengertian sebagai sikap mental menjalankan usaha karena terpaksa oleh keadaan. Sebagai contoh, saat ini ada banyak pengusaha yang menjual berbagai produk dan jasa. Namun, jika Ia ditawari pekerjaan di sebuah perusahaan, maka Ia akan memilih pekerjaan tersebut.

#Replicative Entrepreneur

Memiliki pengertian sebagai sikap mental usaha yang cenderung meniru bisnis yang sudah pernah ada. Contohnya, di saat tren iPad sedang naik, si pengusaha ini mendirikan sebuah usaha jual beli atau service iPad.

#Redistributive Entrepreneur

Pelaku usaha pada jenis ketiga ini, menempatkan diri diantara  pemilik proyek juga sebagai pelaksana proyek (kontraktor). Sebenarnya, jenis Redistributive ini tidak memiliki keahlian teknis dalam proyeknya, bahkan menimbulkan biaya tambahan bagi si kontraktornya.

#Innovative Entreprenuer

Jenis kewirausahaan yang terakhir adalah suatu sikap mental dalam usaha dengan selalu berpikir kreatif dan melihat peluang yang ada untuk kemudian ditingkatkan. Jenis kewirausahaan ini adalah yang paling harus dimiliki oleh para pengusaha karena merupakan inti dari kewirausahaan itu sendiri.

Baca juga : Wirausaha Pemula, Program Bantuan Modal Usaha dari KemenkopUKM

#Contoh Kewirausahaan

Setelah mengetahui pengertian kewirausahaan dan jenis-jenis kewirausahaan, saatnya kita mengenal apa saja Contoh dari kewirausahaan yang wajib diketahui para pengusaha pemula. Pada dasarnya, semua bidang usaha, baik dalam skala besar maupun skala kecil bisa dijadikan sebagai contoh kewirausahaan, berikut ulasanya:

1. Usaha Kecil Bidang Kuliner

Bentuk kewirausahaan ini sepertinya menjadi yang paling diminati. Pasalnya, bidang kuliner memang tidak pernah sepi peminat karena orang membutuhkan asupan makanan setiap hari. Jenis kewirausahaan usaha kecil bidang kuliner ini sangat banyak seperti:

  • Restauran
  • Rumah makan
  • Café
  • Warung nasi
  • Pedagang kaki lima
  • Penjual makanan
  • Penjual minuman
  • Penjual makanan ringan

2. Usaha Kecil di Bidang Jasa

Berbeda dengan kuliner yang memiliki wujud dan dapat dirasakan, kewirausahaan dalam bentuk jasa rupanya tidak memiliki wujud produk atau benda, namun dapat dirasakan manfaatnya untuk konsumen yang menggunakanya. Pemilik usaha bidang jasa harus memiliki wawasan yang luas tergantung dari jasa yang ditawarkan. Contoh dari kewirausahaan bidang jasa seperti:

  • Jasa pembuatan website
  • Jasa SEO
  • Jasa desain grafis
  • Jasa menulis artikel
  • Jasa logistik
  • Jasa kecantikan

3. Usaha Kecil Jual Beli

Contoh kewirausahaan ini juga cukup banyak diminati dan melakukan tindakan usaha jual beli secara langsung. Contohnya seperti menjual kendaraan pribadi, jual ponsel, jual hewan peliharaan, jual pulsa dan lain sebagainya. Contoh kewirausahaan jual beli seperti ini juga dapat dilakukan secara offline.

4. Usaha Kecil Bidang Agrobisnis

Tahukah Anda bahwa bidang pertanian dan perternakan tentunya menjadi komoditi yang paling banyak dibutuhkan manusia hampir setiap harinya. Usaha bidang agrobisnis seperti ini juga termasuk dalam contoh kewirausahaan karena ada permintaan dan pengambilan keuntungan disana.

Contoh kewirausahaan ini seperti budidaya ikan lele, perternakan ayam, peternakan sapi, budidaya hewan peliharaan, budidaya sayur dan buah dan lain sebagainya.

5. Usaha Waralaba/Franchise

Contoh kewirausahaan yang terakhir serta paling marak saat ini adalah jenis usaha waralaba atau franchise.  Usaha ini menggunakan sistem distribusi barang dan jasa melalui hubungan kerjasama dengan pemilik usaha (franchisor) dan pemilik modal (franchisee). Beberapa contoh kewirausahaan jenis ini seperti KFC, CFC, Kebab baba rafi, Alfamart, Indomart, Geprek Bensu dan lain sebagainya.

Baca juga : Peluang Usaha Waralaba Ayam Olahan

Jika ingin menjadi seorang wirausaha, maka pengetahuan seputar kewirausahaan sebaiknya perlu dipahami. Dengan begitu, sebagai pengusaha, kita dapat lebih siap untuk mengembangkan bisnis sesuai dengan teori kewirausahaan itu sendiri.



Baca Artikel dari Tags:

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.