Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Investasi ala Orang Desa

Investasi Orang Desa

Kalau mendengar kata ‘orang desa’ pasti banyak yang menganggap bahwa orang desa itu miskin-miskin dan serba kekurangan. Hey, jangan anggap seperti itu dulu. Karena orang desa itu justru lebih baik dari orang kota. Meskipun tinggalnya di desa, dan masih memegang erat unsur-unsur tradisional, tetapi sebenarnya orang desa itu ulet dan tak kalah dengan orang kota.

Kaitannya dengan dunia usaha, orang desa pun juga tidak kalah pandainya jika berurusan dengan dunia usaha. Bahkan sebagian sudah menjadi lifestyle.

Bahkan kalau ada yang menganggap bahwa orang desa itu tidak suka menabung, tidak usaha berinvestasi, itu salah besar. Justru sudah sejak lama orang desa itu menerapkan sistem investasi yang sesuai dengan kondisinya.

Investasi Orang Desa

Investasi Melalui Ternak

Investasinya orang desa itu bukan saham, obligasi, reksadana atau yang lainnya, tetapi melalui ternak. Ya, orang desa lebih suka beternak karena itu adalah investasi yang paling berharga. Sebut saja ternak sapi, orang desa biasanya ternak sapi dengan jangka waktu 1 tahun. Tujuan akhirnya adalah ingin dijual saat menjelang hari raya Idul Adha.

Nilai investasi ini pun cukup besar, tahu sendiri kan harga sapi sekarang berapa.

Selain melalui hewan sapi, orang desa juga banyak yang berinvestasi melalui berbagai macam jenis ternak unggas, seperti ayam, bebek, atau juga kambing.

Investasi Melalui Tanah

Jangan meremehkan orang desa, meskipun tinggalnya di desa tetapi orang desa terkenal dengan aset tanahnya yang luar biasa. Meski tidak semua orang desa punya tanah kosong sendiri, tetapi mayoritas pasti punya. Dan tanahnya ini masih berupa lahan basah atau sawah.

Mungkin rumahnya cuma biasa, tetapi banyak orang desa yang sebenarnya punya banyak sertifikat tanah.

Investasi Melalui Tabungan

Orang desa itu memang terkenal sederhana, rumahnya seadanya, tidak mewah-mewah sekali. Tidak konsumtif, dan selalu menghargai uang. Apa yang mereka keluarkan pasti memang yang ia butuhkan. Meskipun ada barang yang berharga tetapi mereka tidak terlalu membutuhkan, ya tidak akan dibeli. Orang desa sangat suka untuk menyimpan uangnya untuk kebutuhan masa depan.

Sebenarnya orang desa kalau disuruh beli mobil secara cash bisa saja, dengan menjual aset investasinya. Tetapi orang desa tidak suka dengan hal seperti itu.

Artikel kali ini singkat saja, dan memang hanya sekadar intermezzo bahwa kita nggak bisa memandang remeh orang desa. Kita tidak bisa melihat orang desa dengan sebelah mata. Orang desa punya kehidupannya sendiri dan itu juga sama dengan orang kota.

See you on next article…

Baca juga:

WhatsApp
Telegram


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *