Home » GLOSARIUM » Definisi & Pengertian Waralaba / Franchise, Simak!
Pengertian Waralaba
Image via 108jakarta.com

Definisi & Pengertian Waralaba / Franchise, Simak!

Model bisnis yang saat ini banyak digunakan oleh pelaku bisnis adalah waralaba atau bisa juga disebuat franchise. Karena dengan waralaba, usaha akan cepat berkembang tanpa harus mengeluarkan modal yang besar.

Namun, sudahkah Anda tahu pengertian waralaba ini bagaimana? Dan apa saja elemen-elemen yang ada pada model bisnis waralaba?

Yuk kita ketahui di artikel kali ini.

Dalam glosarium kali ini saya ingin membahas mengenai waralaba, karena model bisnis yang satu ini kini semakin banyak digunakan oleh berbagai pelaku usaha.

Sehingga diharapkan mampu memberikan informasi bagi yang belum mengetahui.

Waralaba, jika dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan Franchising dan dalam bahasa Perancis disebut Franchise. Nah, yang dari bahasa Perancis ini yang sering digunakan, selain juga menggunakan istilah Waralaba (bahasa Indonesia).

Pengertian Waralaba yang pertama adalah versi Wikipedia, yang mana menyebutkan bahwa Waralaba adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan. Dari sini yang dimaksud hak adalah hak dari sisi pemilik usaha/produk.

Lalu pengertian waralaba yang lain muncul dari Asosiasi Franchise Indonesia. Menurutnya, Waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang/jasa kepada pelanggan akhir dengan pengwaralaba (franchisor) yang memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Baca juga: Inilah Risiko Bisnis Waralaba Makanan Yang Pasti Anda Alami

Penjelasan dari Asosiasi Franchise Indonesia di atas tentu sudah bisa membuka pandangan tentang waralaba yang saat ini ada.

Saya akan memberikan contoh model bisnis Waralaba.

“Pak Mahmud memiliki perusahaan yang bergerak di bidang kuliner lebih tepatnya rumah makan bernama ‘Sate Pak Mahmud’. Usaha sate Pak Mahmud ini sangat terkenal sehingga ia ingin mengembangkannya dengan model waralaba. Pak Mahmud menjual paket waralaba yang isinya merk dagang, produk(bahan-bahan), hingga prosedur manejemen. Paket bisnis ini dijual dengan nilai Rp 50.000.000.

Lalu hadir Pak Joe yang ingin membeli waralaba sate Pak Mahmud. Akhirnya Pak Joe memiliki usaha sate dari waralaba sate Pak Mahmud. Nama restorannya tetap ‘Sate Pak Mahmud’, rasanya dan bahan-bahannya disuplai dari Pak Mahmud, SOP nya juga sudah dari Pak Mahmud.

Pak Joe hanya mengelola keuangan saja, dan nanti keuntungan tiap bulan yang didapatkan akan dibagi dengan Pak Mahmud sesuai prosentase yang ditentukan di awal.”

Contoh singkat di atas adalah model bisnis waralaba. Di mana Pak Mahmud sebagai pemilik merk dan produk, menjualnya ke para mitra-mitra yang ingin bergabung dengannya.

Elemen-elemen dalam Waralaba

Di dalam waralaba ada dua elemen yang perlu Anda ketahui. Yang pertama adalah Franchisor dan yang kedua adalah Franchisee.

Franchisor adalah pemilik dari merek/usaha yang memberikan hak kepada pihak lain. Bisa badan usaha maupun perorangan. Jika dalam contoh di atas, Franchisor adalah Pak Mahmud.

Franchisee adalah penerima waralaba atau yang membeli produk waralaba, bisa berupa badan usaha maupun perorangan. Franchise ini yang diberikan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau lainnya yang dimiliki oleh Franchisor. Jika dalam contoh adalah Pak Joe.

Ada dua jenis waralaba :

  1. Waralaba Luar Negeri. Waralaba ini cakupannya adalah seluruh dunia, yang mana produk/jasa ini sudah banyak diminati banyak orang dan bisa diterima di berbagai negara. Memiliki merk yang sudah ternama pula. Sebagai contoh adalah Mc. Donald, KFC, dll.
  2. Waralaba Dalam Negeri. Waralaba ini cakupannya hanya dalam negeri, ya meskipun bisa berpotensi go internasional, tapi fokusnya adalah pasar dalam negeri. Waralaba dalam negeri adalah salah satu solusi bagi yang ingin memiliki investasi dengan modal yang tidak terlalu tinggi tapi cepat dalam mendapatkan keuntungan. Saat ini sudah banyak sekali waralaba yang ada. Seperti Kebab Turki Baba Rafi, Minimarket Indomaret & Alfamart, dll.

Untuk biaya waralaba khususnya di Indonesia saat ini pun beragam. Ada yang di atas Rp 10 Juta dan banyak juga yang menawarkan modal kurang dari Rp 10 Juta.

Nah di Indonesia sendiri, sistem waralaba ini mulai dikenal masyarakat sejak tahun 1950-an. Yang mana dulu muncul beberapa dealer kendaraan bermotor yang dibangun dari sistem waralaba dengan membeli lisensi.

Itulah sedikit penjelasan mengenai Pengertian Waralaba. Mungkin masih sangat sempurna dari yang diharapkan. Tapi intinya adalah Anda bisa memahami sistem waralaba itu sendiri. Jika ada yang kurang jelas, silahkan tanyakan melalui komentar atau bisa mencari di mesin pencari.

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 + 19 =