Home » TIPS » Inilah Risiko Bisnis Waralaba Makanan Yang Pasti Anda Alami

Inilah Risiko Bisnis Waralaba Makanan Yang Pasti Anda Alami

Risiko Bisnis Waralaba

Saya kira jika Anda memiliki modal uang yang besar dan bingung ingin memulai usaha apa, bisnis waralaba adalah solusi yang sangat berharga. Karena dengan bisnis waralaba, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang sangat beragam, salah satunya memiliki produk jualan yang sudah terkenal namanya.

Tapi, tidak selamanya mengikuti program waralaba itu akan memberikan keuntungan yang leluasa. Terlebih jika Anda orangnya memang memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, penuh kreasi dan inovasi.

Di dalam bisnis waralaba pun Anda sebagai franchisee akan mendapatkan beberapa risiko yang sudah pasti akan Anda alami. Apa saja itu?

#1 Yang petama adalah Keterbatasan Hak Untuk Melakukan Inovasi Produk

Ambil saja contoh waralaba makanan. Nah, biasanya waralaba makanan ini mulai dari bumbunya, peracikannya, pengemasannya, semuanya sudah tergantung dari pusat atau sudah ada SOP (Standart Operasional Produksi) yang telah ditentukan dari pusat. Dan bahkan semuanya disuplai dari pusat (franchisor).

Nah, dari sini Anda tentunya tidak bisa berinovasi dan berkreasi untuk produk makanan tersebut sesuai dengan naluri Anda. Anda bisa saja melakukan kreasi terhadap produk makanan tersebut, tapi itu bakal melanggar ketentuan kerjasama waralaba Anda. Dan akibatnya bisa saja kerjasama waralaba ini diputus.

Keterbatasan inilah yang perlu Anda ketahui, dan Anda diskusikan kepada franchisor apakah nanti bisa untuk melakukan inovasi sendiri terhadap produk waralaba ini.

#2 Yang Kedua adalah Tata Kelola Manajemen

Ada sebuah waralaba yang tidak hanya dari bahan-bahan produk makanannya saja yang diatur oleh sang franchisor, tapi juga dari sisi tata kelola manajemennya. Anda tidak berhak merubah aturan manajemen sesuai kehendak Anda, karena semua itu ada SOP dari pusat.

Dengan seperti ini Anda jelas tidak bisa turun tangan penuh untuk mengelola manajemen. Biasanya pihak franchisee hanya diberikan batasan khusus untuk bisa mengelola manajemen secara internal.

#3 Yang Ketiga adalah Mengganti Konsep Bisnis

Anda tidak diperkenankan untuk mengganti konsep bisnis waralaba baik itu secara fisik, misalnya mengganti warna cat gerobak, dll. Karena jika merubah konsep ini akan membuat bisnis waralaba tersebut tidak sama lagi dengan ciri aslinya. Padahal ciri aslinya itulah yang justru sebagai pemikat bisnis ini.

Baca juga: 3 Poin Terbaik Ketika Akan Memilih Bisnis Waralaba

Dari berbagai risiko bisnis waralaba di atas, tentu semuanya demi kebaikan bersama baik dari pihak franchisor maupun franchisee.

Dari pihak franchisor tidak akan mengalami kerugian yang berdampak pada bisnis waralaba di daerah lain. Karena bisnis waralaba sejatinya yang dijual adalah brand/merk bukan produk yang utama.

Dan dari sisi franchisee agar tidak mengalami kerugian finansial yang besar. Untuk itu adanya SOP dan ketentuan lain agar menghindari kerugian yang tidak diinginkan.



Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − ten =