Home » INSPIRASI » Gagal Jadi Dokter, Kini Aprie Angeline Jadi Produsen Shampo
Aprie Angeline

Gagal Jadi Dokter, Kini Aprie Angeline Jadi Produsen Shampo

Bisnis yang sukses adalah bisnis yang berkembang. Meskipun awalnya bisnis kecil-kecilan tapi jika ada kemauan dan niat, pasti bisnis akan semakin besar. Itulah yang dialami Aprie Angeline, wanita muda yang kini mampu meraup omzet hingga ratusan juga dari bisnis shamponya.

Tak terlepas dari sebuah proses, Aprie dulunya hanya sebagai reseller produk toko online. Ya, wanita berusia 23 tahun ini tidak langsung mendadak kaya dari jualan shamponya ini. Tapi dulu ia mengawalinya sebagai seorang reseller.

Ada yang menarik dari kisah Aprie ini. Ketika kuliah di Universitas Gadjah Mada, Fakultas Kedokteran Gigi, Aprie sudah merasa tidak nyaman dengan kuliahnya. Padahal waktu itu baru berjalan satu semester. Sempat terlintas dipikiran untuk berhenti kuliah dan ingin menjadi artis yang terkenal.

Karena Aprie merasa “salah jurusan“, ia pun mencoba mencari kesibukan lain agar kuliahnya tidak membosankan. Akhirnya Aprie mencoba untuk berbisnis secara online. Ia pernah berjualan baju dan sepatu secara online.

“Bisnis menjadi pelampiasan karena saya merasa tidak kuat di jurusan itu tapi tidak berani bilang ke orang tua,” tutur Aprie, seperti yang dilansir Kompas.com, Sabtu (14/03/2015).

Keinginannya menjadi artis ternyata diniati betul, dan ia sempat mengikuti beberapa syuting sinetron dan modelling. Tapi seiring berjalannya waktu, Aprie justru lebih nyaman ketika berbisnis online. Baginya syuting membuatnya sangat lelah.

Dan pada akhirnya di tahun 2012, ia memutuskan untuk mengambil cuti kuliah dan fokus dengan bisnis onlinenya. Dalam menjalankan bisnisnya, ia banyak belajar dari penjual lain bagaimana cara menjual dan memasarkan melalui media online.

Bisnis baju dan sepatunya pun dihentikan karena merasa ribet menjalankannya. Karena konsumen hanya bisa melihat modelnya melalui gambar saja, sedangkan kualitas fisiknya tidak bisa diketahui langsung. Selain itu, keuntungannya sebagai reseller juga tipis.

Tetap ingin berbisnis online, akhirnya Aprie menjadi reseller sebuah produk kosmetik. Ia mendapatkan tawaran dari pemasoknya langsung yang berada di Jakarta.

Tak menunggu lama, jualan kosmetiknya pun laris manis. Aprie memang mengutamakan pelayanan kepada konsumen. Sehingga kepercayaan pelanggan pun terjaga baik.

Omzet yang didapatkan dari bisnis kosmetik ini pun mencapai Rp 3 Juta per bulannya dan itu terus meningkat hingga puluhan juta.

Karena melihat peluang dan sudah memiliki pelanggan yang banyak, Aprie pun memutuskan ingin memiliki produk sendiri. Berawal dari masalah pribadinya, yaitu masalah pada rambut yang sulit untuk tumbuh panjang, Aprie lantas membuat produk shampo sendiri.

Benar saja, di awal 2013 Aprie sudah bisa memperkenalkan produk shampo miliknya yang brand Angeline Hair Treatment (AHT). Kesukaannya dalam hal racik meracik dan konsultasi ke berbagai ahli, akhirnya produk shampo itu berhasil ia produksi.

Produk shampo miliknya ini dijual dengan harga yang lumayan mahal. Jelas saja, karena bahan herbal yang digunakan memang berkualitas. Tanggapan pasar sangat baik, meskipun harga mahal.

Aprie memproduksi 200 botol shampo dengan modal awal Rp 10 Juta. dan kini bisnisnya ini sudah mampu meraup omzet hingga Rp 230 Juta. Dalam satu bulan pun kini bisa menjual lebih 1000 botol.

Selain shampo, Aprie juga menjual conditioner dan hair tonic yang jual dengan sistem paket seharga Rp 200 ribu.

Kini Aprie telah memiliki 20 karyawan dan sudah memutuskan untuk tidak menjadi dokter. Karena Aprie merasa bisnis ini adalah jalan hidupnya. Meskipun perjuangan itu tidak mudah dan banyak tekanan terutama dari keluarga.

Sumber Foto: Asset Kompas

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − seven =