Home » INSPIRASI » Dari Kue Cubit Bisa Beromset Selangit

Dari Kue Cubit Bisa Beromset Selangit

http://id.wikipedia.org/wiki/Kue_cubit
Usaha Kue Cubit / Foto : resepmakansedap.com

Mungkin beberapa diantara Anda masih sedikit asing dengan yang namanya Kue Cubit. Nih, saya informasi dulu tentang kue cubit. Kue Cubit itu merupakan jajanan khas Jakarta yang berbentuk kecil-kecil dan biasanya dijajakan para pegadang kaki lima di depan sekolah. Kue ini terbuat dari tepung terigu dan susu. Di olah pada sebuah wajan cetakan bulat-bulat.

Di sebut Kue Cubit karena ketika sudah matang, pedagang mengambilnya dengan penjepit dan seolah-oleh kue tersebut dicubit. Jadi deh namanya Kue Cubit.

Meski Kue Cubit ini termasuk jajanan pinggiran yang dijual para pegadang kaki lima, tapi ada tiga perempuan yang mengangkat makanan kecil ini menjadi lebih modern dan tentunya bisa menghasilkan omset hingga jutaan rupiah.

Mereka adalah Ajeng, Anggunia, dan Widasari, tiga perempuan asal Bogor yang telah berhasil membuat Kue Cubit lebih diminati semua kalangan.

Alasannya memulai usaha kue cubit ini karena sulitnya menemukan jajanan khas Jakarta yang satu ini. Padahal dulu semasa kecil sering makan kue cubit dan mudah sekali menemukannya.

Dengan latar belakang itulah, maka mereka ingin mempromosikan kembali Kue Cubit dengan cita rasa dan dikemas secara modern melalui merk usahanya Kue Cubit Bitten.

Dengan beberapa varian rasa seperti rasa Taro, Greentea, Red Velvet, Bubblegum, dan tentunya rasa original, hingga saat ini usaha yang mereka geluti sudah memiliki dua cabang yang berada di Bogor dan Tebet Jakarta Selatan.

Selain dari rasa kuenya, topping yang digunakan pun juga memiliki varian rasa yang beraneka ragam, seperti milo, kitkat, keju, dan oreo. Dari rasa-rasa inilah yang membuat Kue Cubit miliknya menjadi diminati banyak kalangan.

Ajeng dan kedua temannya dulu mengeluarkan modal awal sebesar Rp 5 Juta. Dan sekarang omset per bulan sudah mencapai Rp 28 Juta dengan jumlah penjualan per harinya sekitar 125 porsi. Mereka menjualnya dengan harga kisaran Rp 8.000 hingga Rp 13.000 untuk per porsinya.

Untuk selalu dapat mengembangkan usahanya, mereka tidak ingin menyia-nyiakan fasilitas yang ada. Internet dan sosial media mereka gunakan sebagai sarana promosi online guna mendapatkan strategi pemasaran yang baik.

Bagikan artikel ini :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *