Home » START UP » Mulai 1 Maret 2016, Rakuten Belanja Online Indonesia Akan Ditutup
Rakuten

Mulai 1 Maret 2016, Rakuten Belanja Online Indonesia Akan Ditutup

Kabar buruk kembali datang dari ranah dunia e-commerce Indonesia. Ya, Rakuten yang merupakan salah satu e-commerce yang juga bergaung di wilayah Asia Tenggara ini dikabarkan akan menutup situs belanja online di Indonesia tersebut.

Dan benar saja, ketika Anda menuju situs www.rakuten.co.id, akan ada pemberitahuan dari Rakuten Belanja Online, yang isinya sebagai berikut :

Pengumuman penting dari Rakuten Belanja Online:
Tempat belanja online Rakuten Belanja Online akan tutup pada tanggal 1 Maret 2016. Harap dicatat bahwa semua sisa Rakuten Super Points akan berakhir 29 Februari 2016. Kami menganjurkan kepada Anda untuk menggunakan Rakuten Super Points Anda sampai dengan tanggal 29 Februari 2016. Silakan merujuk pada Daftar Pernyataan yang SeringDiajukan/Frequently Asked Questions (FAQ) untuk informasi lebih lanjut tentang penutupan Rakuten Belanja Online. Terima kasih atas pengertian Anda.

Penutupan ini memang sudah menjadi bagian dari cara Rakuten untuk fokus pada pencapaian target bisnis lima tahun yang akan datang. Dan pihaknya memang sengaja akan menutup layanan yang tidak mampu bersaing dan menjadi pemenang di kawasan Asia Tenggara, yakni Singapura, Malaysia, dan juga Indonesia.

Namun, selain dikarenakan tidak mampu bersaing dengan e-commerce lain, yang menjadi alasan lain adalah adanya konflik internal dengan partner bisnisnya (MNC Group) yang pada akhirnya selesai dengan pemutusan hubungan bisnis.

Rakuten Belanja Online sendiri telah berdiri sejak 2011. Namun sayang RBO tidak mampu beradaptasi dengan pasar lokal. Sehingga kondisi inilah yang membuatnya makin sulit diminati oleh pasar khususnya Indonesia.

Dengan penutupan Rakuten Belanja Online di kawasan Asia Tenggara ini, Rakuten akan lebih fokus untuk menggarap pasar di kawasan Asia Timur dan Amerika Serikat melalui bisnisnya Ebates.

Sebelumnya, di tahun 2015 lalu ada startup lokal yang juga menutup layanannya dikarenakan tidak bisa bersaing dengan kondisi bisnis yang ada. Mereka itu diantaranya Valadoo, Paraplou, Lamido, Inapay, dan Handymantis.

sumber

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =