Apakah Menjadi Full Time Blogger Masih Bisa Menghidupi di Era Saat Ini?

Blogger

Profesi Full Time Blogger di Indonesia memang belum terlalu banyak diminati, bahkan masih banyak orang yang belum paham dengan profesi yang satu ini. Padahal di luar negeri katakan di Amerika, profesi ini sudah sangat biasa.

Di Indonesia orang-orang yang menjadi Full Time Blogger biasanya hanya orang-orang yang memang sudah lama berkecimpung di dunia online terutama blog. Sehingga mereka sudah paham belum bagaimana mekanisme dan prospek penghasilannya.

Sedangkan orang awam, belum punya pemikiran ke arah profesi ini. Jadinya ya nggak ada atau jarang yang ingin mengejar profesi ini.

Karena masih jadi hal yang tabu dan belum wajar di masyarakat, kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang profesi yang satu ini. Karena saya sendiri juga berprofesi sebagai Full Time Blogger. Jadi ya sedikit tahu tentang hal ini.

Menjadi Full Time Blogger
Foto oleh Andrew Neel dari Pexels

Nah yang banyak ditanyakan orang biasanya adalah Apakah menjadi Full Time Blogger itu bisa menghidupi?

Kalau saya ditanya seperti itu, saya akan jawab, BISA.

Mengapa saya sangat yakin dengan jawaban itu? Ya karena saya sendiri mengalaminya. Kalau secara teknis, profesi Full Time Blogger ini adalah sebuah bagian ekosistem digital. Mari kita bahas.

Blog adalah Bagian dari Ekosistem Digital

Penjelasan ini nanti yang akan menjawab pertanyaan apakah menjadi Full Time Blogger bisa menghidupi dari sisi teknis.

Tapi sebelumnya mari kita bahas dulu apa itu Full Time Blogger. Jangan-jangan ada yang belum tahu. :D

Apa itu Full Time Blogger?

Full Time Blogger adalah profesi seseorang yang memiliki, fokus mengelola blog dan menopang hidupnya dengan memperoleh penghasilannya 100% dari blog.

Penghasilan yang didapatkan adalah dari Iklan. Iklan ini pun banyak sekali sumbernya, ada yang dari Google AdSense, Paid Post, Affiliate, dll.

Nah kenapa saya yakin kalau seseorang bisa hidup dari blog? Karena blog adalah bagian dari ekosistem digital. Saya sendiri kenal blog sudah sejak 2008 dan fokus menjadi Full Time Blogger sejak 2015. Dari pengalaman panjang ini saya melihat progress blog semakin naik.

Ini berbanding lurus dengan naiknya perkembangan teknologi saat ini. Lihat saja sekarang orang-orang sudah kenal internet, setiap hari bisa mengakses internet dari ponselnya masing-masing. Sudah banyak yang kenal Google sebagai media untuk mencari informasi.

Dulu, beberapa tahun yang lalu jelas belum banyak yang tahu. Orang yang bisa mengakses internet pun sangat terbatas. Dan kalau mau mengakses internet kebanyakan harus ke Warnet (Warung Internet). Sekarang ini keberadaan Warnet malah sudah sangat jarang, saking sudah banyaknya orang yang bisa mengakses internet.

Fenomena perkembangan inilah yang membuat ekosistem digital menjadi semakin meluas. Dan keberadaan blog menjadi sangat berarti. Karena dengan banyaknya pengguna internet, maka akan semakin banyak orang yang mencari informasi.

Dan salah satu sumber informasi di internet berasal dari blog. Misalnya ada orang mencari informasi tentang “tips bisnis online” di Google, maka yang muncul adalah daftar blog atau website yang membahas soal tips bisnis online.

Di sinilah keberadaan blog sangat penting di era digital saat ini.

Makanya saya menyebutnya kalau blog adalah bagian dari ekosistem digital yang tidak bisa ditinggalkan.

Karena blog adalah bagian dari ekosistem dan posisinya sebagai media / sumber informasi, maka akan terbuka peluang untuk menayangkan iklan. Di dalam ekosistem pemasaran digital sendiri, ada yang dinamakan Advertiser, Ad Manager, dan Ad Publisher.

Digital Marketing
Foto oleh Launchpresso dari Pexels

Advertiser

Advertiser atau Pengiklan, adalah orang atau pihak yang memiliki atau mengelola produk atau jasa atau brand dan ingin memasarkan iklannya dalam hal ini melalui internet.

Contohnya : Brand Unilever ingin memasarkan produk-produknya di internet. Bisa melalui Tim Digitalnya langsung atau bisa bekerja sama dengan agensi untuk pemasangan iklan.

Ad Manager

Ad Manager atau Pengelola Iklan, adalah orang atau pihak yang mengelola iklan dari Advertiser untuk kemudian ditayangkan melalui jaringan media yang dimilikinya.

Contohnya : Google Ads (dulu AdWord), Facebook Ads, Instagram Ads, dll

Ad Publisher

Ad Publisher atau Penayang Iklan, adalah orang atau pihak yang memiliki media dan ruang untuk menayangkan iklan dari Ad Manager atau dari Advertiser secara langsung.

Contohnya : Blogger dan Youtuber yang bekerja sama dengan Google AdSense untuk menayangkan iklan, Instagrammer yang mendapatkan campaign endorse untuk mempromosikan produk, dll.

Baca juga : Mengintip Bisnis Online Para Blogger


Dengan penjelasan di atas semoga bisa menjawab lebih jelas Full Time Blogger itu seperti apa.

Tapi ingat, meskipun blog adalah bagian dari ekosistem digital, tetapi untuk mendapatkan penghasilan dari blog itu tidak mudah. Apalagi jika memang sudah berniat jadi Full Time Blogger. Ini akan ada pembahasannya tersendiri.

Bagaimana Pengaruh Tren YouTube bagi Full Time Blogger?

youtube

Nah ini yang juga perlu kita bahas. Saat ini tren Youtube memang sedang naik. Banyak orang yang mulai berubah perilakunya dalam mencari informasi. Jika dulu apa-apa lewat Google, sekarang sudah banyak yang mencari informasi langsung di Youtube. Karena informasi melalui video menurutnya akan jauh lebih mudah dipahami.

Lantas bagaimana keberadaan Full Time Blogger?

Kalau saya sendiri masih tetap optimis. Tidak ada kekhawatiran orang-orang akan meninggalkan Google Search kemudian beralih ke Youtube semua. Itu sangat tidak mungkin. Karena konten teks akan tetap dicari sampai kapanpun meskipun konten video semakin berkembang.

Mungkin saat ini sudah banyak blogger-blogger yang mulai merambah ke YouTube bahkan ada yang meninggalkan blognya. Tetapi saya sendiri belum ada niat ke sana. Kalau membuat konten video di Youtube ada, tetapi untuk meninggalkan blog rasanya tidak.

Bagi saya blog (menulis) adalah passion saya. Ketika saya nanti membuat konten Youtube itu hanya sebatas untuk menguatkan konten blog saya.

Lalu bagaiman cari sisi penghasilan? Apakah ada pengaruhnya di tengah maraknya konten Youtube?

Saya sendiri sih tidak terlalu mengamati betul, tetapi menurut saya ini akan ada pengaruhnya. Bukan pengaruh yang negatif, tetapi justru pengaruh positif. Youtube sama dengan blog, yakni sebagai bagian dari ekosistem digital. Ketika ekosistem digital (khususnya di Indonesia) semakin berkembang, ini akan berdampak pada nilai iklan itu sendiri.

Akan banyak advertiser yang bersaing dalam memasang biaya iklan. Dan ini dampaknya akan menaikkan penghasilan ada Ad Publisher.

Ini logika saya saja. Tentu untuk lebih detailnya perlu analisis yang lebih dalam dan bukan dari sisi saya yang menilainya.

Hanya saja menurut saya, menjadi Full Time Blogger di era saat perlu kreativitas dan perjuangan yang sedikit lebih tinggi lagi. Karena persaingan semakin besar. Pesaingnya bukan hanya dari kalangan blogger tetapi dari media-media besar seperti media cetak yang kemudian merambah ke media online.

Tetapi saya sangat yakin, justru ini menjadi kompetisi yang menarik dan akan baik untuk ekosistem digital di Indonesia. Setiap blog pasti sudah punya jatah rezeki pembacanya masing-masing, jadi tidak perlu khawatir. Tinggal bagaimana kita membuat konten yang menarik untuk dibaca dan harus mau terus belajar tentang perkembangan blog baik dari sisi teknis maupun non teknis.

Semoga ini bisa menjadi referensi yang positif untuk kita semua. :)

Originally posted 2020-08-05 13:30:55.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *