Laporan Laba Rugi: Pengertian, Jenis, dan Komponennya

/ / Dibaca : 79 views

Suatu perusahaan dan bisnis yang sudah melakukan transaksi keuangan, sejatinya memiliki laporan laba rugi yang dibuat berdasarkan periode transaksi tersebut terjadi. Laporan laba rugi merupakan bagian dari laporan keuangan, yang penting untuk masa depan perusahaan itu sendiri. 

Apa itu laporan laba rugi dan bagaimana fungsinya dalam memajukan bisnis dan perusahaan, berikut selengkapnya: 

Pengertian Laporan Laba Rugi

Salah satu bagian yang penting dalam akuntansi adalah laporan laba rugi. Laporan laba rugi adalah jenis laporan keuangan yang profit loss statement. 

Laporan Laba Rugi

Laporan keuangan ini berisi beberapa informasi pendapatan dan pengeluaran suatu usaha atau perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Dalam akuntansi, laporan laba rugi termasuk ke dalam empat laporan keuangan utama dari suatu bisnis atau perusahaan yang akan terhubung ke laporan neraca laba rugi.

Laporan laba rugi dibuat agar suatu perusahaan atau suatu bisnis ini bisa melihat bagaimana kondisi bisnis mereka, apakah mengalami kerugian atau malah mendapatkan banyak keuntungan.

Laporan keuangan ini biasanya dibuat pada akhir bulan dan juga akhir tahun periode akuntansi suatu perusahaan atau bisnis tertentu. Beberapa perusahaan juga membuat laporan keuangan setiap tiga bulan sekali.

Jika kamu adalah pemilik sebuah bisnis, dengan melihat laporan laba rugi, kamu akan mengetahui tentang progres keuangan perusahaan secara terkini dan berkala. Begitu juga dengan pemilik perusahaan besar.

Bagi pihak manajemen pusat, laporan laba rugi juga bermanfaat untuk bahan evaluasi dalam hal menentukan strategi berikutnya. 

Selain itu juga menjadi perbandingan dengan laporan yang sebelumnya. Total pajak yang harus dibayarkan perusahaan juga bisa diketahui untuk periode berikutnya, melalui laporan keuangan ini.

Fungsi Laporan Laba Rugi

Seperti telah diulas sebelumnya, bahwa laporan laba rugi harus disusun dengan teliti karena dapat memenuhi beberapa fungsi. Berikut ini fungsi-fungsi laporan laba rugi:

1. Sebagai Acuan untuk Mengambil Kebijakan

Laporan keuangan laba rugi dapat berfungsi sebagai acuan dalam mengambil kebijakan oleh suatu perusahaan atau bisnis tertentu.

Kebijakan tersebut terkait dengan pembiayaan yang dilakukan beberapa pihak yang berkepentingan dalam suatu perusahaan.

Ketika laporan laba rugi suatu perusahaan menunjukkan adanya kekurangan atas produksi suatu produk, maka pihak atasan perusahaan bisa mengambil kebijakan sebagai solusi dari kekurangan tersebut.

Beberapa contoh yang sering ditemukan dalam suatu perusahaan adalah kinerja suatu alat produksi yang sudah rusak, maka sebaiknya diganti dengan alat baru.

Hal ini dirasa lebih efektif dan efisien, dibandingkan harus mengeluarkan biaya perawatan yang lebih besar.

2. Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan dalam Bisnis

Umumnya, sebuah bisnis atau perusahaan besar tentunya sudah melakukan banyak transaksi keuangan dalam suatu periode, sehingga pasti memiliki laporan laba rugi yang lengkap.

Laporan tersebut dapat dijadikan informasi pendukung dalam bahan evaluasi pihak manajemen nantinya. Penting untuk membuat laporan laba rugi yang tepat dan detail, agar alokasi keuangan dalam bisnis atau perusahaan tersebut lebih mudah diketahui.

3. Sebagai Parameter Perkembangan Perusahaan

Fungsi laporan laba rugi selanjutnya tentu sudah sangat jelas, yaitu sebagai parameter untuk perkembangan perusahaan. Kerugian atau keuntungan yang didapatkan bisa terlihat jelas pada laporan keuangan tersebut.

Laporan laba rugi yang menunjukkan tren positif, tentunya harus didukung dengan peningkatan sumber daya manusia, efektivitas peralatan produksi hingga inovasi yang lebih baik lagi.

Unsur-unsur dan Komponen Laporan Laba Rugi

Jika dilihat secara lebih detail, laporan laba rugi ini memiliki beberapa unsur yang membedakannya dengan laporan keuangan lainnya. Beberapa unsur tersebut seperti beban (expense), pendapatan (revenue), laba (profit), dan rugi (loss).

Unsur-unsur tersebut kemudian terbagi lagi menjadi beberapa komponen. Komponen dalam unsur laba rugi tersebut sebagai berikut:

Pendapatan Penjualan

Komponen ini biasanya diletakan di bagian paling atas dari laporan laba rugi. Pendapatan penjualan juga termasuk dalam pendapatan bisnis dari hasil penjualan barang dan jasa yang dihasilkan.

Pendapatan penjualan termasuk pada kategori pemasukan yang masih kotor dan terkait dengan biaya pengeluaran dari suatu perusahaan.

Harga Pokok Penjualan

HPP ini dituliskan dalam laporan keuangan sebagai Cost of Sales pada perusahaan jasa. HPP ini merupakan laporan tentang total biaya yang harus dikeluarkan dalam proses produksi suatu barang atau jasa di perusahaan, agar mendapatkan pemasukan.

Biaya HPP ini biasanya berupa biaya atau upah tenaga kerja, pembelian bahan baku, pembelian suku cadang , hingga beberapa jenis alokasi dana dan lain sebagainya.

Beban Pemasaran

Kembali lagi ke kategori biaya yang dikeluarkan perusahaan, yaitu biaya beban pemasaran. Biaya ini akan diperlukan perusahaan untuk melakukan promosi dan periklanan bagi produk atau jasa yang dihasilkan.

Laba Kotor

Laba kotor adalah suatu informasi yang isinya terkait dengan laba kotor dari suatu  perusahaan. Besar laba ini biasanya dihitung dari pengurangan HPP dengan pendapatan dari hasil penjualan.

Beban Umum dan Administrasi

Komponen berikutnya adalah beban umum dan administrasi. Ini merupakan beban yang meliputi biaya tidak langsung dari suatu perusahaan. Biasanya berupa pengeluaran administrasi dan lain sebagainya.

Amortisasi dan Depresiasi

Depresiasi adalah beban penyusutan, sedangkan amortisasi adalah beban non tunai untuk biaya aset modal suatu usaha. Jika ada transaksi ini, maka harus dicatat dalam laporan laba rugi

EBITDA

Earning before interest, depreciation, amortization dan taxes merupakan komponen yang juga dicantumkan dalam laporan laba rugi. Rumusnya, hilangkan penyusutan dan beban non tunai, lalu kurangkan beban umum dengan administrasi.

Pendapatan operasional

EBIT merupakan komponen earning before interest or taxes. Maksudnya, hasil operasi dari bisnis secara umum di suatu perusahaan, sebelum terkena pajak.

Pendapatan Sebelum Pajak

Komponen ini didapatkan dari beban bunga dikurangi EBIT. Ebit adalah total dari pendapatan akhir yang merupakan laba bersih bagi perusahaan

Bunga, Pajak Penghasilan, Pendapatan Bersih

Komponen bunga ditentukan dari beban bunga serta pendapatan bunga oleh jadwal utang. Pajak penghasilan adalah biaya pajak yang dibebankan dalam EBT. Sedangkan pendapatan bersih didapatkan dari pengurangan pajak penghasilan dari EBT.

Biaya Lainnya

Komponen biaya lainnya ini juga masih banyak ternyata. Beberapa biaya tersebut seperti biaya pemenuhan, biaya keperluan teknologi, dan biaya SBC kompensasi berbasis saham. 

Ada juga biaya penurunan nilai dan biaya tambahan untuk kepentingan perusahaan, serta keuntungan dan kerugian dari penjualan investasi.

Jenis- Jenis Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi sendiri dikenal dengan dua format yang berbeda dan disesuaikan dengan fungsi dan penggunaannya. Jenis-jenis laporan laba rugi tersebut sebagai berikut:

Laporan Keuangan Laba Rugi Single Step

Laporan keuangan laba rugi jenis single step, disusun untuk mengetahui keuntungan perusahaan yang lebih besar dari bebannya.

Format single step ini sederhana dan tidak mencantumkan detail aktivitas keuangan lainnya. Laporan ini biasanya hanya digunakan sebagai laporan keuangan eksternal dalam suatu perusahaan. Laporan laba rugi format single step biasanya dibuat oleh bisnis kecil seperti UKM.

Laporan Keuangan Laba Rugi Multiple Step

Laporan keuangan laba rugi berikutnya adalah multiple step, dimana langkah penyusunan laporan ini lebih rumit. Meskipun begitu, informasi yang disajikan akan lebih spesifik untuk mendukung analisa keuangan dengan lebih akurat.

Pendapatan dan pengeluaran dalam format ini akan dipisah, termasuk juga akun biaya. Beban-beban biaya juga dipisahkan, agar didapat perhitungan laba kotor, laba bersih dan laba operasi.

Laporan multiple step diperuntukkan untuk penyajian informasi bagi kreditor dan investor pada suatu perusahaan.

Laporan laba rugi sebisa mungkin harus dibuat dengan teliti, supaya laporan tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan dapat dipertanggung jawabkan. 

Jika terjadi kesalahan sedikit saja dalam penyusunan laporan laba rugi, maka ini akan mempengaruhi semua keputusan dan strategi yang sudah diambil.

Baca Artikel dari Tags:

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jangan lupa centang bagian bawah agar mendapatkan notifikasi kalau pertanyaanmu sudah kami balas.