Home » PROPERTI » Bedanya Hotel Syariah dengan Hotel Konvensional

Bedanya Hotel Syariah dengan Hotel Konvensional

Hotel Syariah

Sekarang ini sudah banyak bermunculan properti hotel yang berkonsep syariah. Konsep hotel syariah ini semata-mata untuk memenuhi kebutuhan penginap muslim untuk mendapatkan penginapan yang benar-benar sesuai dengan standart syar’i.

Akan tetapi keberadaan hotel syariah ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.2 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Syariah. Dalam peraturan itu yang dimaksud dengan Hotel Syariah adalah usaha hotel yang dalam proses penyelenggaraannya telah memenuhi unsur-unsur Usaha Hotel Syariah, yaitu mencakup aspek Produk, Layanan dan Pengelolaan.

Ketiga aspek tersebut harus ada di dalam hotel syariah.

Tidak seperti seperti dengan hotel konvensional pada umumnya, hotel syariah ini harus memenuhi beberapa aturan yang tidak bisa ‘bebas’ begitu saja. Sehingga unsur syariah di sini bisa benar-benar melekat dan ada secara nyata di hotel syariah.

Dari ketiga aspek di atas yaitu Produk, Pelayanan, dan Pengelolaan, maka sudah dapat membedakan antara hotel syariah dengan hotel konvensional.

Bagi Anda yang ingin mengetahui apa saja perbedaaannya, mari kita coba lihat apa saja aspek yang perlu ada di dalam hotel syariah.

Aspek Produk

Di dalam hotel syariah perlu memiliki dan menyediakan produk-produk baik untuk pegawai internal maupun penginap yang sesuai dengan aturan syar’i. Yang mencakup produk di sini diantarnya :

Toilet umum

Di dalam hotel syariah perlu ada toilet umum yang memberikan sekat antara orang satu dengan lainnya. Sehingga mereka bisa saling menjaga pandang dengan adanya sekat tersebut. Selain itu disediakan tempat bersuci dan peralatan buang hajat yang memudahkan orang untuk menggunakannya.

Kamar Tidur Tamu

Kemudian untuk kamar tidur bagi tamu juga perlu diberikan produk-produk syar’i. Seperti makanan dan minuman yang halal, tidak ada minum beralkohol, semuanya harus halal. Tersedianya sajadah dan Al Qur’an dan tidak adanya akses untuk hal-hal yang berbau pornografi atau sejenisnya. Misalnya saja televisi satelit dengan channel luar.

Kamar Mandi Tamu

Untuk kamar mandi tamunya juga perlu dibuat lebih ramah muslim. Yang harus ada itu adalah kran air untuk berwudhu dan untuk buang hajat. Kadang di hotel-hotel konvensional hal-hal seperti ini tidak ada. Sehingga menyulitkan kaum muslim yang ingin bersuci. Kemudian masalah desain kamar mandi juga tidak dibuat transparan yang terlihat dari luar (tempat tidur). Kamar mandi harus dibuat tertutup dengan satu akses pintu.

Ruang karyawan

Tidak hanya produk untuk tamu yang mengina saja, tetapi untuk karyawan hotel juga perlu diberikan fasilitas yang memadai seperti toilet yang tidak terbuka, ruang ganti yang tertutup, hingga adanya fasilitas ibadah untuk karyawan.

Fasilitas hotel

Di dalam hotel pasti ada beberapa fasilitas seerti kolam renang, tempat spa, dan lain-lain. Nah, untuk fasilitas seperti ini harus memiliki ruangan yang terpisah atau terhindar dan pandangan umum. Kalau bisa malah dibuat sendiri-sendiri (pria sendiri, wanita sendiri).

Untuk tempat spa juga begitu dan terapistnya juga dipisah, terapist pria hanya menangangi pria dan terapist wanita menangani wanita.

Itu untuk beberapa aspek produknya.

Aspek Pelayanan

Untuk aspek pelayanan ini juga meliputi beberapa hal. Seperti di bagian resepsionis wajib memiliki resepsionis wanita dan pria dan untuk yang wanita harus berjilbab. Reseptionis dalam pelayananannya harus selektif dengan tamu yang datang khususnya yang berpasangan. Meminta informasi hubungan sangat perlu, apakah suami istri atau bukan. Beberapa hotel syariah bahkan ada yang mensyaratkan tamu menunjukkan surat nikah.

Kemudian untuk layanan juga perlu diberikan informasi seperti jadwal sholat, informasi masjid terdekat dan tempat-tempat halal yang ada di dekat hotel.

Apabila di waktu bulan Ramadhan maka hotel syariah wajib memberikan atau menyediakan ta’jil buka dan makan sahur.

Untuk hotel yang menyediakan fasilitas hiburan, di hotel syariah tidak ada yang menjurus ke yang berbau pornografi atau pornoaksi. Biasanya di lobby akan ada suara musik-musik, untuk di hotel syariah ini harus diisi suara atau musik yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Aspek Pengelolaan

Di dalam hotel syariah, juga wajib memiliki pengelolaan manajemen usaha yang menerapkan sistem syariah. SDM yang ada juga harus menggunakan pakaian yang sopan. Bagi yang wanita muslim harus menggunakan hijab.

Jadi seperti itu beberapa hal yang ada di hotel syariah. Dan ini bisa menjadi perbedaan antara hotel syariah dengan hotel konvensional. Dari aspek-aspek di atas tentu sudah bisa membedakannya.

Meski ini hotel syariah, tetapi biasanya tamu yang ingin menginap tidak harus yang muslim. Non muslim pun juga bisa menginap di sini.

Kira-kira seperti itu. Apakah Anda pernah menginap di hotel syariah?

Bagikan artikel ini :


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *