Home » INVESTASI » Jenis Tanah Untuk Investasi Properti
Investasi Tanah

Jenis Tanah Untuk Investasi Properti

Tiga bulan lagi saudara sepupu saya akan berangkat ke Jepang untuk bekerja (TKI). Dia memang memutuskan untuk bekerja di Jepang karena tertarik dengan gajinya yang sangat besar, jika dibandingkan kerja di negeri sendiri. Waktu bertemu, nantinya dia ingin membeli tanah dari gaji yang didapatkannya. Karena investasi tanah ini menurutnya tidak mempengaruhi nilainya, justru akan semakin tinggi harganya.

Inilah yang menjadi keistimewaan berinvestasi di bidang properti. Sekarang ini pun harga tanah bukan semakin turun tetapi semakin naik saja per meternya. Apalagi di daerah-daerah yang saat ini masih sepi tetapi memiliki prospek yang bagus di tahun-tahun yang akan datang.

Apalagi saat ini para investor semakin genjar untuk berinvestasi di bidang properti. Investasi properti ini menang menjanjikan. Karena bagi sebagian orang, investasi properti memiliki resiko yang kecil dan nilai keuntungan yang didapatkan jauh lebih tinggi dari jenis investasi lain.

Tanah saja bisa sangat menguntungkan padahal belum ada bangunan yang melekat di dalamnya. Untuk itu, jika Anda tertarik berinvestasi tanah, alangkah baiknya menyimak beberapa jenis tanah yang cocok untuk invetasi ini. Berikut diantaranya:

1. Tanah Yang Memiliki Nilai Bangunan

Artinya tanah yang akan Anda beli untuk investasi tersebut memiliki prospek yang bagus jika didirikan bangunan. Sehingga nantinya tanah ini tidak akan kosong begitu saja. Tanah yang prospek untuk didirikan bangunan ini tanah yang dekat dengan areal industri, pasar, sekolah, perumahan atau tempat-tempat keramaian lainnya.

2. Lokasinya Strategis

Anda harus memikirkan ini, apakah tanah tersebut berada di pusat kota atau pinggir kota. Lalu di sekitarnya apakah ada fasilitas-fasilitas umum atau tidak. Sehingga apabila tanah ini digunakan untuk rumah maka cukup strategis, atau misalnya untuk didirikan tempat usaha juga cukup memberikan prospek.

3. Ukuran Tanah Ideal

Pastikan tanah memiliki ukuran yang ideal. Baik dari segi bentuknya proporsinya maupun bidang luasnya. Kalau ukuran dan bentuk tanahnya kurang proporsional, maka tidak akan menarik orang untuk membeli atau menyewanya. Ukuran yang ideal itu bisa berukuran 8x18m, 12x20m, dan lainnya.

4. Memiliki Aspek Pendukung Lainnya

Aspek pendukung lainnya itu seperti tidak miring posisinya, mudah untuk mendapatkan sumber air, jadi misalnya dibikin sumur tidak terlalu dalam dan airnya bersih. Selain itu kondisi lingkungan sekitar juga kondusif. Tekstur tanah bagus. Elemen-elemen itu bisa menaikkan harga tanah.

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

16 − 14 =