Membuat Website Tanpa Call To Action, Ibarat Mancing Tanpa Umpan

  • Whatsapp

Website sudah menjadi media wajib di zaman sekarang ini. Lha bagaimana tidak, sekarang saja pengguna smartphone di Indonesia sudah lebih dari 167 juta orang. Dan diperkirakan 89% penduduk Indonesia sudah menggunakan smartphone. Ini artinya gaya hidup masyarakat akan semakin berubah. Dari yang dulunya semua kebutuhan hanya bisa dilakukan secara offline, kini sudah mulai beralih ke online. Dan keberadaan smartphone semakin mendekatkan orang dengan teknologi ini.

Dalam dunia bisnis, tentu membuat website sudah menjadi keharusan. Tentunya tanpa meninggalkan kegiatan offline. Karena bagaimana pun juga, ke depannya kegiatan offline tetap mendukung.

Beruntungnya lagi, sekarang ini membuat website semakin mudah. Sudah banyak platform dan jasa pembuatan website yang bisa digunakan. Bahkan adanya platform web builder membuat orang awam pun bisa membuat website dalam hitungan menit. Jadi ya sekarang ini semua orang bisa membuat website. Tinggal bagaimana agar website yang dibuat bisa mendatangkan benefit sesuai dengan tujuan awal membuatnya.

Website Tanpa Call To Action?

Website Tanpa Call To Action

Pernah kita ketika masuk ke minimarket, ingin membeli barang A tapi karena melihat ada display promo barang B kemudian juga beli barang B? Padahal awalnya tidak ada niat untuk beli barang B. Keinginan kita membeli barang B ini karena melihat label promo diskon yang ada. Tapi bayangkan jika label promo itu tidak ada, sedangkan produk B tersebut sebenarnya lagi ada diskon. Kira-kira ada yang mau beli tidak?

Memiliki website pun juga harus seperti itu. Misalnya Anda memiliki website untuk menawarkan jasa Anda, tetapi Anda hanya menampilkan informasi produk dan jasa Anda saja tanpa ada ajakan untuk membelinya/mencobanya/lainnya. Kira-kira bagaimana kalau seperti itu. Pasti website Anda hanya akan banyak pengunjung tapi sedikit konversi.

Itulah mengapa perlu adanya Call-To-Action (CTA).

Apa itu Call To Action ?

Call To Action adalah sebuah cara yang digunakan untuk mengajak pengunjung agar melakukan tindakan sesuai dengan yang diharapkan pemilik bisnis. CTA ini bisa berupa teks, tombol, formulir, nomor telepon dan lainnya. Misalnya saja tombol “Add to Card“, “Daftar Sekarang”, “Hubungi via Whatsapp”, dan lainnya.

Di dalam website, tentu sangat penting untuk memberikan Call To Action. Untuk itu Call To Action perlu dibuat yang menarik dan menonjol. Secara teknis, menambahkan CTA di website sangatlah gampang. Tapi yang banyak jadi kesalahan adalah peletakannya yang tidak tepat. Sehingga banyak Call To Action yang tidak terbaca oleh pengunjung.

Call-To-Action Mengukur Kinerja Website

Kinerja website bisa diukur dengan Call-To-Action lho. Kita bisa menambahkan elemen conversion di CTA. Sehingga bisa tahu apakah CTA itu sukses atau tidak. Termasuk bisa mengukur jumlah klik dan lain sebagainya.

Dari hasil ini kita bisa melihat bagaimana performa CTA yang sudah kita buat. Kalau memang belum maksimal, ya perlu diperbaiki. Baik itu dari pemilihan kata-katanya, jenis font, warna button, dan lainnya.

Dengan adanya CTA maka akan memudahkan pengunjung website untuk melakukan tindakan. Bayangkan saja kalau Anda memiliki website toko online baju kemudian di halaman detail produknya hanya menampilkan informasi foto baju dan deskripsi bajunya saja. Pasti orang yang mau beli juga bingung, bagaimana kalau mau beli. Akhirnya mereka meninggalkan website itu dan tidak jadi beli.


Jadi kesimpulannya adalah keberadaan Call-To-Action itu sangatlah penting. Website tanpa Call-To-Action ibarat kita mancing tapi tidak dikasih umpan. Akhirnya hanya buang-buang waktu saja, banyak ikan yang ngumpul tapi tidak ada satupun yang nyantol.

Ketika Anda ingin membuat website, terutama website yang tujuannya untuk bisnis, jangan lupa untuk memberikan Call-To-Action. Dan pastikan jangan sembarang menempatkannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Iya :) Harus ada Call To Action ya terutama di website jualan online. Pengunjung melihat2 produk dan keterangan detail kemudian klik kepengen beli, kudu ada tombol yang menarik hati tuh.