Home » TIPS » Sedang Merintis Usaha Baru? Lakukan Hal Ini
Merintis Usaha

Sedang Merintis Usaha Baru? Lakukan Hal Ini

Ketika sedang merintis usaha baru pasti akan banyak sekali tantangannya, mulai dari masalah modal usaha, pemasaran hingga tahap pengembangan selanjutnya. Tapi jangan khawatir, itulah seni dari berwirausaha. Yang terpenting adalah jangan lakukan hal-hal yang tidak ada manfaatnya untuk usaha.

Faktanya banyak pengusaha muda yang gagal karena tidak mau belajar untuk mengembangkan usaha. Mereka hanya sekedar berwirausaha dengan cara itu-itu saja yang penting setiap hari ada keuntungannya.

Dalam artikel kali ini, EtalaseBisnis akan memberikan beberapa tips bagi Anda yang baru saja merintis usaha. Tujuannya adalah agar usaha yang Anda bangun bisa berkembang dan tidak sekedar mengejar keuntungan semata.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan.

#1 Melakukan Pembukuan Transaksi

Meski usaha baru, tapi jangan pernah malas untuk membuat pembukuan. Tidak perlu membuat yang rumit-rumit dulu, cukup buat pembukuan transaksi masuk dan keluar. Tujuannya selain dapat mengetahui dengan pasti berapa keuntungan yang didapatkan, juga bisa mengkalkulasikan kebutuhan per bulan atau per produksi.

Jika dari awal sudah dilatih membuat pembukuan, kedepannya akan sangat mudah ketika usaha sudah mulai berkembang. Jangan sampai ketika ditanya berapa untung yang diterima, berapa modal yang dikeluarkan, Anda tidak bisa menjawabnya. Kalau seperti ini, jangan harap usaha Anda bisa berkembang.

#2 Putar Keuntungan Untuk Biaya Produksi

Memiliki usaha baru dengan keuntungan yang besar pastinya akan membuat Anda senang. Tapi kesenangan ini jangan Anda gunakan untuk hal-hal yang tidak tepat sasaran. Gunakan keuntungan yang didapatkan untuk tambahan modal. Misalnya saja untuk membeli modal tetap seperti mesin atau alat-alat produksi lainnya.

Putar terus hingga balik modal. Yang penting jangan dibelikan barang-barang yang tidak ada kaitannya dengan produksi. Misalnya karena mentang-mentang sudah punya usaha, lantas Anda ingin membeli motor, mobil, atau barang-barang yang sebenarnya sudah dipunya tapi hanya untuk pamer saja. Jangan seperti ini.

#3 Investasi

Sisihkan keuntungan yang Anda dapatkan untuk diinvestasikan. Investasi bisa dilakukan dalam bentuk tabungan, investasi emas, tanah, atau lainnya. Tujuannya adalah agar Anda memiliki backup dana jika sewaktu-waktu usaha Anda sedang lesu atau bahkan collapse. Tapi jangan lupa untuk diinvestasikan dalam bentuk sekedah. Karena sedekah adalah investasi yang paling baik dan rejeki Anda tidak akan habis, justru malah akan bertambah. Allah SWT telah menjamin akan hal ini.

#4 Lakukan Inovasi Produk

Jika Anda membuka usaha yang memang banyak pesaingnya, berarti Anda harus punya cara agar bisa memenangkan persaingan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan inovasi. Meski Anda baru saja merintis usaha, tapi tak ada salahnya memikirkan inovasi produk.

Ya minimal Anda melakukan riset terlebih dahulu, sehingga Anda juga bisa mempersiapkan inovasi secara matang. Inovasi ini juga termasuk dalam pengembangan usaha.

#5 Jaga Kualitas dan Kuantitas

Jika produk Anda ingin mendapatkan cap produk yang berkualitas, maka dari itu Anda juga harus menjaga proses produksinya. Terlebih untuk usaha makanan, ukuran kompisisi harus sama dari produksi pertama ke produksi selanjutnya. Untuk menjaga kualitas dan kuantitasnya, Anda harus membuat yang namanya SOP (Standard Operating Procedure).

SOP ini adalah aturan standarisasi dalam setiap produksi yang Anda lakukan. Sehingga apabila di usaha Anda nantinya sudah memiliki banyak SDM, tetap akan terjaga kualitas produknya. Hal ini dikarenakan sudah ada SOP yang mengontrolnya. Tapi dari SDM sendiri juga harus tunduk pada SOP yang ada. Tidak boleh melakukan hal-hal lain di luar SOP yang telah ada.

***
Itu beberapa hal yang bisa dilakukan bagi Anda yang sedang merintis usaha. Tips di atas tidak selamanya bekerja 100% untuk usaha Anda. Karena lagi-lagi kembali kepada tingkat keseriusan dan cara Anda mengelola usaha. Namun yang pasti tips di atas bisa Anda jadikan referensi untuk mengelola usaha baru. Terima kasih.

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 1 =