Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Hati-hati Modus Baru Penipuan yang Mengatasnamakan Bank BRI

Modus Penipuan Bank BRI

Beberapa hari terakhir ini mungkin Anda sudah mendengar adanya informasi yang cukup viral dari beberapa nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) dimana saldo rekening tabungannya tiba-tiba habis. Padahal nasabah tidak merasa melakukan transaksi apapun dalam jumlah yang besar dan dengan sendirinya saldo rekening telah habis.

Dari beberapa nasabah yang menjadi korban, adalah salah satu korban yang memberikan informasi modus penipuan ini. Informasi ini termuat melalui video Facebook yang dibagikan oleh pemilik akun Prabu Romo.

Andi Maulana salah satu korban penipuan ini memberikan informasinya melalui video tersebut. Beliau menjelaskan kalau modus penipuan kali ini berbeda dengan modus penipuan yang pernah ada seperti scamming melalui ATM yang juga dialami oleh korban lain.

Namun modus penipuan yang dialami oleh Andi ini yakni melalui telepon. Di mana nasabah di telepon oleh orang yang mengatasnamakan dari pihak BRI kemudian menanyakan beberapa pertanyaan dan nasabah hanya diminta menjawab Ya atau Tidak saja.

Adapun pertanyaan yang ditanyakan oleh penipu kepada nasabah (korban) adalah :

  1. Apakah nama Anda xxxxxxx (menyebut nama korban). Korban menjawab Ya/Tidak
  2. Apakah nama Ibu kandung Anda xxxxxx (menyebut nama ibu kandung korban). Korban menjawab Ya/Tidak
  3. Apakah alamat Anda di xxxxxxx (menyebut alamat lengkap korban). Korban menjawab Ya/Tidak
  4. Apakah nomor ATM Anda xxxxxx (menyebut nomor ATM korban). Korban menjawab Ya/Tidak
  5. Apakah kode rahasia ATM Anda xxxxx (menyebut kode rahasia ATM korban. Ini bukan kode PIN ATM). Korban menjawab Ya/Tidak

Anehnya, menurut menuturan Andi Maulana melalui video tersebut, semua yang ditanyakan oleh penipu adalah benar semua, otomatis korban menjawab Ya.

Setelah di telepon seperti itu, akhirnya korban mendapatkan sms notifikasi yang menyatakan tanda terima kasih telah meluangkan waktu dan menjadi nasabah bank BRI. Di sinilah saldo rekening sudah dikuras habis.

Modus penipuan seperti ini termasuk baru, karena penipu bisa mendapatkan data – data nasabah dengan benar.

Tentunya pertanyaannya adalah, dari mana penipu mendapatkan data-data tersebut?

Itu yang perlu diselidiki. Bisa saja data nasabah bocor, diretas, atau ada oknum dari orang dalam. Yang terpenting dari kasus ini adalah, kami menghimbau kepada seluruh nasabah bank apapun untuk berhati-hati dalam menerima telepon atau sms yang mengatasnamakan sebuah bank.

Jika Anda ragu sebaiknya langsung konfirmasikan melalui Customer Service bank Anda. Jangan sampai karena sekadar menerima telepon dan Anda cuma disuruh jawab Ya atau Tidak, lantas saldo rekening Anda lenyap.

Semoga ini bisa dijadikan pelajaran untuk semua pihak khususnya dari pihak bank, tidak hanya BRI tetapi juga bank-bank lain. Untuk terus memberikan pelayanan dan memperkuat keamanan privasi data nasabah. Karena nasabah sudah memberikan kepercayaan kepada bank untuk mengelola uangnya, tetapi kalau pihak bank tidak bisa menjaganya dengan baik, tentu nasabah akan sangat kecewa. Terlebih jika seluruh saldo rekeningnya tiba-tiba hilang.

Bagikan informasi ini kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kita semua khususnya para nasabah bank bisa lebih waspada dan hati-hati dalam menerima informasi yang mengatasnamakan bank.

Lihat videonya :

Demi menjaga keamanan uang kita di Bank sebaiknya vedeo ini buat perhatian kita agar ekstra hati2 teman2.

Dikirim oleh Prabu Romo pada 15 Maret 2018

Baca juga:

WhatsApp
Telegram


Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *