Home » TIPS » Begini Supaya Jualan Roti Bakar Bandung Tambah Laris
Roti Bakar Bandung
Ilustrasi foto via youtube channel Putih Abuabu

Begini Supaya Jualan Roti Bakar Bandung Tambah Laris

ETALASEBISNIS.com – Jualan roti bakar Bandung sekarang tidak hanya ada di Kota Bandung saja, tetapi di berbagai kota seluruh Indonesia pun sudah ada gerobak-gerobak penjual roti bakar Bandung. Entah itu asli dari Bandung atau bukan, saya tidak tahu.

Yang jadi masalah sekarang adalah tingkat keramaian usaha gerobak roti bakar bandung tidak seramai saat awal-awal kemunculannya. Dulu itu ketika awal-awal kemunculan usaha ini sangat ramai diminati konsumen. Bahkan kata-kata “Bandung” yang melekat di usaha roti bakar ini seakan menghipnotis para konsumen.

Lantas kenapa sekarang usaha roti bakar ini malah sepi? Apakah iya orang-orang tidak suka makan roti bakar lagi?

Dari pengamatan Etalase Bisnis, satu hal yang menyebabkan tingkat keramaian konsumen tidak konsisten seperti di awal lagi adalah karena faktor kualitas. Ya, penjual roti bakar Bandung yang tersebar di berbagai pinggir jalan itu tidak bisa memberikan kualitas roti bakar yang diharapkan konsumen.

Baca juga : Bisnis Kue Cubit Semakin Menggila, Ini Cara Untuk Mengembangkannya

Misalnya dari segi hasil ada yang terlalu gosong, kualitas bubuk coklat tidak bagus, dan lain sebagainya.

Nah di artikel kali ini, Etalase Bisnis sedikit ingin berbagi informasi atau tips yang bisa Anda gunakan untuk melariskan kembali jualan roti bakar Bandung Anda. Silahkan disimak…

#1 Pakai bahan-bahan yang berkualitas

Ingat, ini adalah bisnis kuliner, itu artinya ‘rasa’ adalah kunci dari kesuksesan. Saya melihat para penjual roti bakar Bandung yang model gerobak itu menggunakan bahan-bahan yang murah. Misalnya saja dari kualitas bubuk coklat (meises) yang biasa, pada akhirnya setelah jadi rasanya tidak enak dilidah.

Tapi mungkin yang jadi masalah adalah jika jualan roti bakarnya melalui sistem waralaba yang bahan-bahan sudah disuplai dari pusat. Solusinya adalah putuskan hubungan dan bangun usaha roti bakar dengan brand sendiri.

Menggunakan bahan-bahan yang berkualitas ini akan berdampak pada rasa. Konsumen sudah pintar kok membedakan makanan yang memang berkualitas atau tidak. Selain itu juga berdampak baik bagi kesehatan konsumen.

Terkadang saya merasa sedih kalau penjual roti bakar tidak tahu dampak kesehatan yang ditimbulkan dari roti bakarnya. Misalnya roti bakar sudah diolesi mentega banyak, lalu ketika diolah pakai isi coklat, masih diolehi mentega lagi, dan masih ditambah susu kental lagi. Jelas ini tidak sehat.

#2 Jaga kebersihan

Agar roti bakar yang Anda jual tidak hanya punya rasa yang berkualitas, pastikan untuk selalu menjaga kebersihan agar hiegenis. Misalnya dengan menempatkan bahan-bahan di tempat yang bersih dan menggunakan wadah yang tepat. Menggunakan masker dan sarung tangan juga membuat konsumen merasa yakin dan nyaman membeli roti bakar Bandung Anda.

#3 Desain ulang gerobak

Karena sudah digunakan jualan bertahun-tahun wajar kalau gerobak roti bakar semakin lusuh bahkan reot. Untuk itu alangkah baiknya untuk mendesain ulang gerobak. Tidak perlu muluk-muluk, cukup dibersihkan, diperbaiki dan dicat ulang supaya menimbulkan kesan berbeda.

Untuk mengecatnya bisa menggunakan warna-warna yang cerah sehingga bisa memikat konsumen.

#4 Buat varian lain

Saat ini roti bakar Bandung variannya hanya berupa rasa / isi topingnya saja. Padahal jika mau dieksplor, bisa dibuat varian lain baik dari segi isi toping maupun bentuk roti bakarnya. Nanti bisa menarik konsumen lagi.

#5 Pindah lokasi

Kalau di lokasi tersebut sepi pembeli, sebaiknya mencoba untuk berpindah lokasi. Cari lokasi yang memang banyak dilalui orang dari berbagai arah. Akan lebih baik jika mencari lokasi yang masih ramai di jam-jam malam.

Baca juga : Mengapa Warung Makan Di Pinggir Jalan Tetap Sepi?

Itu beberapa hal yang bisa dilakukan. Ini bukanlah cara yang 100% bisa merubah segalanya. Tapi ini bisa Anda coba. Jika jualan roti bakar mampu mempertahankan rasa dan kualitas yang baik, maka konsumen pun juga akan tetap bertahan. Tentu diimbangi dengan inovasi-inovasi baru akan konsumen tidak kabur.

Sekian semoga bermanfaat.

Ada pertanyaan? Silahkan tulis di kolom komentar!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × one =